• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 16/03/2026 12:04
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Breaking News

Indonesia Tersingkir di Pasar Karbon: Potensi Besar Tak Tergarap

MustaanbyMustaan
16/01/26 - 23:48
in Breaking News, Humaniora, Lampung, Lampung Barat, Lampung Timur, Oasis, Tanggamus
A A
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus memperkuat posisinya dalam mendukung transisi energi dan pengembangan industri hilir guna memenuhi tuntutan global terhadap dekarbonisasi, efisiensi energi dan kelestarian lingkungan.

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus memperkuat posisinya dalam mendukung transisi energi dan pengembangan industri hilir guna memenuhi tuntutan global terhadap dekarbonisasi, efisiensi energi dan kelestarian lingkungan.

ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — Indonesia, meskipun memiliki cadangan karbon alami yang melimpah, masih belum optimal memanfaatkan potensi tersebut. Yakni sebagai komoditas ekonomi di pasar karbon global. Kondisi ini membuat posisi Indonesia tertinggal dibanding negara lain. Negara lain lebih cepat beradaptasi dengan mekanisme perdagangan karbon yang berkembang dunia.

 

Secara ekologis, Indonesia memiliki keunggulan besar. Luas hutan hujan tropis, lahan gambut, dan mangrove menjadikannya sebagai salah satu penyimpan karbon terbesar di dunia, menciptakan potensi kredit karbon yang signifikan.

Namun, keterlibatan Indonesia di pasar karbon global masih labil dan kurang produktif. Sementara negara lain telah memanfaatkan kredit karbon secara aktif untuk menarik investasi dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

 

Beberapa analis menilai masalah utama bukan pada volume potensi karbon, tetapi pada tata kelola pasar karbon nasional yang belum sepenuhnya matang. Indonesia telah memulai sejumlah inisiatif. Tindakan yang diambil termasuk platform perdagangan karbon internasional yang diluncurkan pada bursa melalui IDXCarbon. Selain itu, Indonesia juga melakukan penandatanganan perjanjian internasional. Namun aktivitas pasar domestik dan ekspor kredit karbon belum berkembang signifikan.

 

Dalam konteks kebijakan, Presiden telah menandatangani regulasi yang membuka kembali pasar karbon internasional setelah empat tahun moratorium.

Regulasi tersebut mempermudah akses kredit karbon berbasis standar nasional dan internasional seperti UNFCCC dan standardisasi global lainnya.

 

Meski dibuka, harga kredit karbon Indonesia masih kurang kompetitif. Permintaan global lebih condong pada kredit dari solusi berbasis alam (nature-based solutions) yang dipandang lebih kredibel secara ekologis dan harga pasarnya lebih stabil. Peningkatan pasokan kredit dari hutan, lahan gambut, serta proyek restorasi sangat mungkin dilakukan. Hal ini karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Akan tetapi, proses sertifikasi dan mekanisme pasar masih perlu penyempurnaan.

 

Sumber lain juga menunjukkan aktivitas perdagangan karbon internasional Indonesia pada IDXCarbon telah memulai perdagangan ribuan ton kredit karbon dari pembangkit energi besar. Namun, volume transaksinya masih jauh dari kapasitas potensial kredit karbon yang bisa diekspor.

 

Para praktisi dan pengamat perubahan iklim mendorong Indonesia memperkuat tata kelola pasar karbon, memperbaiki kerangka hukum, dan memperluas akses para pelaku usaha kecil untuk terlibat dalam sistem kredit ini.

Dengan begitu, pasar karbon Indonesia tidak hanya menjadi alat mitigasi iklim tetapi juga sumber nilai ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Tags: hijauHutan.karbonLAMPUNG BARATLampung TimurMangrovePASARtamanTANGGAMUSway kambas
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Awan menyelimuti wilayah Tugu Adipura Bandar Lampung. BMKG Lampung memperkirakan cuaca di wilayah Lampung cerah berawan berpotensi hujan. (Foto: Lampost.co / Triyadi Isworo)

Senin, 16 Maret 2026, Lampung Cerah Berawan Berpotensi Hujan

byTriyadi Isworo
16/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca harian. Senin, 16 Maret 2026, cuaca Provinsi...

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan cuaca ekstrem sebagian wilayah Indonesia. Dok BMKG

Mudik Lebaran, Waspadai Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah

byTriyadi Isworo
16/03/2026

Bandar Lampung (Lampost co) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan pembaruan informasi cuaca selama periode awal mudik Lebaran....

Gubernur Mirza Apresiasi Prabowo Berikan Solusi Nyata Akhiri Konflik Gajah dan Warga

Gubernur Mirza Apresiasi Prabowo Berikan Solusi Nyata Akhiri Konflik Gajah dan Warga

byAtikaand1 others
16/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah pusat menyiapkan dana Bantuan Presiden sebesar Rp839 miliar untuk pembangunan pagar, kanal, serta program restorasi...

Berita Terbaru

pelangi di mars
Hiburan

Pelangi di Mars: Revolusi Film Fiksi Ilmiah Animasi Indonesia 2026

byNana Hasan
16/03/2026

Jakarta (Lampost.ct.co) - Industri sinema tanah air siap menyambut kehadiran film fiksi ilmiah ambisius berjudul Pelangi di Mars. Film karya...

Read moreDetails
Ustaz Solmed

Klarifikasi Ustaz Solmed Soal Inisial SAM: Nama Saya Saleh Mahmud Munawir

16/03/2026
Final Destination

Sinopsis Final Destination 5: Misteri Prekuel dan Tragedi Jembatan North Bay

16/03/2026
Hoppers

Sinopsis Film Hoppers: Misi Rahasia Mabel Tanaka Jadi Berang-berang Robot

16/03/2026
Awan menyelimuti wilayah Tugu Adipura Bandar Lampung. BMKG Lampung memperkirakan cuaca di wilayah Lampung cerah berawan berpotensi hujan. (Foto: Lampost.co / Triyadi Isworo)

Senin, 16 Maret 2026, Lampung Cerah Berawan Berpotensi Hujan

16/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.