Jakarta (Lampost.co)—Kiper utama Cremonese yang juga penggawa Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi, akhirnya buka suara mengenai kondisi kesehatannya setelah menjadi korban ledakan flare dalam laga pekan ke-23 Liga Italia 2025/2026. Insiden tersebut terjadi saat timnya menjamu Inter Milan di Stadio Giovanni Zini pada Minggu (1/2/2026).
Dalam pesan video yang rilis melalui kanal resmi klub, Audero mengonfirmasi dalam keadaan stabil meski sempat mengalami trauma fisik di lapangan. Ledakan yang berasal dari tribune suporter tamu itu terjadi tepat di awal babak kedua, saat posisi gawang Audero membelakangi pendukung fanatik Nerazzurri.
Rasa Sakit di Telinga dan Luka Bakar
Kiper berusia 29 tahun itu mengungkapkan ledakan tersebut memberikan dampak langsung pada pendengaran dan fisiknya. Ia sempat terkapar di area penalti setelah sebuah benda yang oknum suporter lemparkan meledak hanya dalam jarak beberapa puluh sentimeter dari posisinya berdiri.
Baca juga: Kejutan di Udine, Ekkelenkamp Bungkam AS Roma 1-0
“Halo semuanya, saya ingin berterima kasih atas semua pesan dukungan yang masuk. Saat ini saya baik-baik saja, meskipun sempat merasakan sakit yang luar biasa di telinga kanan dan sensasi terbakar di lutut,” ujar Emil Audero dalam keterangannya.
Meski sempat mendapatkan perawatan intensif dari tim medis di tengah pertandingan yang terhenti selama tiga menit, Audero menunjukkan profesionalisme tinggi dengan tetap melanjutkan laga hingga peluit panjang berbunyi. Ia mengaku merasa sangat lega setelah melihat rekaman ulang insiden tersebut, karena menyadari dampak ledakan bisa jauh lebih fatal bagi keselamatannya.
Kronologi Insiden dan Reaksi Inter Milan
Laga Cremonese melawan Inter Milan sebenarnya berlangsung sengit sebelum dinodai aksi tidak terpuji oknum suporter. Saat Inter memimpin 2-0 lewat gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski, sebuah petasan atau flare meluncur ke arah kotak penalti tuan rumah. Asap tebal sempat menyelimuti area gawang sebelum tim medis bergegas masuk ke lapangan.
Manajemen Inter Milan melalui CEO Beppe Marotta segera memberikan pernyataan tegas pascalaga. Marotta mengecam keras tindakan tersebut dan menyatakan permintaan maaf secara terbuka kepada Emil Audero, yang kebetulan pernah berseragam Inter pada musim 2023/2024.
“Kami mengutuk keras tindakan bodoh ini. Ini bukan mencerminkan nilai-nilai klub kami. Kami memberikan solidaritas penuh kepada Emil dan berharap kejadian seperti ini tidak terulang di stadion mana pun,” ujar Marotta.
Karma Instan bagi Pelaku
Kabar mengejutkan juga datang dari tribune penonton. Laporan kepolisian setempat menyebutkan oknum suporter yang melempar flare tersebut justru mengalami cedera parah. Flare kedua yang hendak ia nyalakan meledak lebih awal di tangannya. Akibatnya pelaku kehilangan tiga jari dan harus dilarikan ke rumah sakit Cremona untuk menjalani operasi darurat.
Pihak berwenang telah mengantongi identitas pelaku melalui rekaman CCTV stadion. Ia kini menghadapi ancaman larangan masuk stadion seumur hidup. Selain itu tuntutan pidana atas pasal penyerangan dan membahayakan keselamatan publik di tempat olahraga.
Kemenangan 2-0 Inter Milan dalam laga ini membuat mereka makin kokoh di puncak klasemen sementara Serie A 2026. Namun insiden ini akan membuat otoritas liga menjatuhkan sanksi berat bagi pendukung Nerazzurri dalam beberapa laga tandang ke depan.








