Bandar Lampung (Lampost.co) – Kolaborasi lintas sektoral diperlukan untuk memperkuat peran strategis da’i dalam membina umat di era modern. Mengingat perkembangan teknologi dan media digital sangat luar biasa saat ini.
Hal tersebut tersampaikan saat Pelantikan Pengurus Daerah (PD) Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kota Bandar Lampung di Balai Keratun, Provinsi Lampung, Minggu, 15 Februari 2026. Turut hadir dalam pelantikan jajaran pengurus wilayah, tokoh agama, unsur pemerintah daerah, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.
Suasana pelantikan berlangsung penuh kekhidmatan, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Kemudian berlanjut dengan pembacaan Surat Keputusan kepengurusan dan prosesi pengambilan sumpah jabatan.
Ketua PD IKADI Kota Bandar Lampung Periode 2026-2031, Triono, dalam sambutannya berkomitmen. Ia ingin menjadikan IKADI sebagai wadah yang profesional, moderat, dan responsif terhadap tantangan dakwah era modern.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni. Tetapi amanah besar untuk memperkuat dakwah yang mencerahkan dan menyejukkan. Kami berkomitmen menghadirkan dakwah yang solutif, yang tidak hanya berbicara di mimbar. Tetapi juga hadir di tengah masyarakat menjawab persoalan sosial, pendidikan, hingga moral generasi muda,” ujarnya.
Kemudian ia menambahkan bahwa PD IKADI Kota Bandar Lampung akan fokus pada penguatan kapasitas dai. Melalui pelatihan, kajian rutin, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Termasuk pemerintah daerah dan lembaga pendidikan.
Lalu menurutnya, dai harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan media digital. Ini agar pesan dakwah dapat menjangkau generasi milenial dan Gen Z secara efektif.
“Kami ingin para dai Kota Bandar Lampung tidak hanya kuat secara substansi keilmuan. Tetapi juga cakap dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah. Tantangan zaman menuntut kita untuk kreatif, adaptif, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya.
Dakwah di Akar Rumput
Ketua PW IKADI Provinsi Lampung, Repianto, menegaskan pentingnya soliditas organisasi dan sinergi antar pengurus semua tingkatan. “IKADI harus menjadi organisasi yang solid dan profesional. Kepengurusan daerah memiliki peran vital dalam menggerakkan dakwah di tingkat akar rumput,” katanya.
“Kami berharap PD IKADI Kota Bandar Lampung mampu menjadi contoh dalam tata kelola organisasi yang baik. Dan menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan umat,” tegasnya.
Kemudian ia juga menekankan bahwa dakwah saat ini tidak bisa berjalan sendiri. Melainkan harus bersinergi dengan pemerintah, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen bangsa.
“Dakwah yang efektif adalah dakwah yang membangun kolaborasi. IKADI harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun karakter masyarakat. Apalagi yang religius, berakhlak mulia, serta berkontribusi positif bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, pelantikan ini harapannya menjadi awal yang kuat bagi PD IKADI Kota Bandar Lampung. Terlebih untuk menjalankan program kerja yang terarah dan berdampak luas. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, IKADI Kota Bandar Lampung harapannya mampu menjadi garda terdepan. Terlebih dalam membina umat, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta menjaga harmoni sosial tengah keberagaman masyarakat.
Selanjutnya penutupan kegiatan ini terisi dengan doa bersama serta ramah tamah antar pengurus dan tamu undangan. Ini juga menandai mulai babak baru kepengurusan PD IKADI Kota Bandar Lampung periode 2026–2031.








