Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tinggi gelombang di perairan Provinsi Lampung. Peringatan itu berlaku mulai 2 Februari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 5 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.
Hal tersebut tersampaikan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Maritim Panjang Bandar Lampung. Informasi tersebut tertuang dalam rilis resmi BMKG Nomor. B/ME.01.02/PDGT/01/KLMP/III/2026 tentang informasi tinggi gelombang wilayah perairan Lampung.
“Pola angin wilayah perairan Provinsi Lampung umumnya bergerak dari arah Barat Daya hingga Barat Laut. Dengan kecepatan berkisar 2–25 knot.” kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Panjang Bandar Lampung, Tri Wahyudi, Minggu, 1 Maret 2026.
Kemudian BMKG menyampaikan, kecepatan angin tertinggi terpantau pada Perairan Barat Lampung. Selat Sunda bagian Selatan Lampung, Perairan Teluk Lampung bagian Selatan dan Utara, Perairan Timur Lampung bagian Selatan
“Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang pada beberapa wilayah perairan,” himbau BMKG.
Sementara itu, Gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi pada Perairan Teluk Lampung bagian Selatan dan Perairan Teluk Lampung bagian Utara
Lalu gelombang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi pada Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian Selatan Lampung.
Kemudian BMKG mengingatkan bahwa kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Terutama bagi perahu nelayan, jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Selanjutnya kapal tongkang, jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Kapal ferry, jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
“Masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut perlu meningkatkan kewaspadaan serta memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG,” himbau BMKG.








