Bandar Lampung (Lampost.co) — Tepat pada akhir Februari dan awal Maret 2026 ini, industri teknologi dunia merayakan tonggak sejarah besar: 25 tahun sejak peluncuran NVIDIA GeForce 3. Melalui unggahan resmi di kanal media sosialnya, NVIDIA GeForce mengajak para gamer kembali ke tahun 2001 untuk melihat bagaimana sebuah kartu grafis mampu mengubah wajah industri gaming selamanya.
Lampost.co merangkum momen retrospeksi ini, di mana NVIDIA menampilkan Jacob Freeman (@GeForce_JacobF) dalam sesi khusus yang membedah keajaiban teknologi di masa lalu yang menjadi fondasi bagi kartu grafis modern yang kita gunakan saat ini, seperti seri RTX 50 yang mendominasi pasar tahun 2026.
Awal Mula Era Programmable Shaders
Diluncurkan pertama kali pada 27 Februari 2001, GeForce 3 (dengan nama sandi NV20) bukan sekadar peningkatan kecepatan dari generasi sebelumnya. Kartu ini adalah unit pemroses grafis (GPU) pertama di dunia yang memperkenalkan teknologi Programmable Shaders.
Sebelum kehadiran GeForce 3, chip grafis bekerja menggunakan “fixed-function pipelines” yang sangat kaku. Dengan masuknya dukungan DirectX 8, pengembang game untuk pertama kalinya diberikan kebebasan untuk menulis program kecil (vertex dan pixel shaders) yang berjalan langsung di GPU. Inilah momen di mana grafis komputer beralih dari sekadar kalkulasi matematis kaku menjadi media ekspresi artistik yang fleksibel.
AquaNox dan Morrowind: Bukti Kehebatan Visual
Dalam perayaan perak ini, NVIDIA secara khusus menyoroti dua judul legendaris yang menjadi tech demo berjalan pada masanya:
- The Elder Scrolls III: Morrowind: Penggemar RPG klasik tentu tidak akan lupa betapa indahnya efek air di Morrowind saat pertama kali dirilis. Berkat programmable shaders pada GeForce 3, pantulan cahaya di permukaan air terasa nyata dan dinamis, sebuah standar yang belum pernah tercapai sebelumnya.
- AquaNox: Game pertempuran bawah laut ini menjadi panggung utama bagi efek pencahayaan kompleks. Efek caustics (pola cahaya di dasar laut) dan tekstur mesin kapal yang detail mampu dirender dengan sangat memukau berkat kecanggihan arsitektur NV20.
Dari Shader Sederhana Menuju AI Rendering 2026
Jacob Freeman dalam siaran spesialnya menegaskan satu hal penting. Tanpa terobosan GeForce 3, grafis modern mungkin tidak akan seperti sekarang.
Ia menyebut evolusi shader sebagai fondasi utama. Teknologi sederhana di tahun 2001 itu terus berkembang. Perjalanannya kini bermuara pada Path Tracing dan DLSS 4.5 di tahun 2026.
“Sangat luar biasa melihat program kecil di 2001 berubah menjadi model AI,” ujar Jacob. Model tersebut kini mampu melakukan inferensi miliaran piksel secara real-time. Ia menyampaikan hal itu dalam sesi siaran khusus peringatan 25 tahun GeForce 3.
Kesimpulan
Peringatan 25 tahun GeForce 3 bukan sekadar nostalgia. Momen ini menjadi pengingat penting bagi industri. Inovasi berani adalah kunci kemajuan teknologi. Salah satunya adalah peralihan dari sistem kaku ke sistem yang dapat di program.
Bagi gamer 2026, grafis ultra-realistis sudah terasa biasa. Namun, semua itu berawal dari GeForce 3. GPU ini menjadi fondasi awal bagi perkembangan visual modern. Ia layak di sebut sebagai “nenek moyang” grafis masa kini.
Untuk yang ingin bernostalgia, NVIDIA merilis ulang beberapa tech demo klasik 2001. Demo tersebut sudah di optimalkan untuk platform modern. Semuanya bisa diakses melalui layanan GeForce NOW.








