Bandar Lampung (Lampost co) –– Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengajak semua pihak untuk bersiap melakukan mitigasi musim kemarau panjang 2026. Hal ini untuk mengurangi dampak yang bisa saja terjadi akibat fenomena alam tersebut
“Mungkin kita akan terdampak oleh musibah kemarau. Tapi sebisa mungkin kita mengurangi dampaknya,” katanya, Senin, 13 April 2026.
Kemudian ia mengingatkan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait. Terutama untuk menyusun langkah-langkah strategis menghadapi musim kemarau.
“Beberapa hari lalu kita sudah rapat bersama pemerintah kabupaten/kota dan instansi vertikal lain untuk menghadapi el nino,” katanya.
“Maka saat ini kita perkuat penyerapan air, persiapkan pompa air, sumur bor dan pastikan saluran irigasi yang ada kondisinya baik. Kemudian bibit-bibit pertanian harus tetap tersedia dan pola penanaman diatur,” katanya.
Sementara itu, beberapa wilayah Indonesia diprediksi akan terdampak fenomena Gorila El Nino atau Godzilla El Nino. Istilah tersebut untuk fenomena El Nino dengan intensitas ekstrem, tandanya peningkatan suhu permukaan laut > 3,5°C di atas normal.
Fenomena ini menyebabkan kekeringan parah, mengancam pasokan pangan, dan prediksinya berdampak serius pada pertanian.
Prediksi musim kemarau Indonesia tahun 2026 prediksinya lebih kering dan panjang.
Mulai secara bertahap sejak April hingga Juni, dengan puncak terjadi pada Agustus. Fenomena ini terpengaruhi oleh potensi El Nino, menyebabkan durasi kering yang lebih lama.
Bahkan prediksinya berlangsung 8-9 bulan di beberapa wilayah, melampaui rentang normal (April-Oktober).









