Bandar Lampung (Lampost.co) — Dukungan terhadap Koperasi Digital Merah Putih (KDMP) di Kota Bandar Lampung terus mengalir. Kali ini, Chandra Group menyatakan kesiapan untuk bermitra dalam memperluas akses pemasaran produk UMKM binaan koperasi tersebut.
Poin Penting:
- Chandra Group siap bermitra dengan KDMP untuk memperluas pemasaran produk UMKM.
- Pemerintah terus mendorong KDMP agar mampu memenuhi standar produk ritel modern.
- Sebanyak 17 dari 126 KDMP di Bandar Lampung telah aktif beroperasi.
- Produk unggulan tiap wilayah terus dipetakan untuk memperkuat daya saing.
Manajer Umum Chandra Group, Deni Wahyudi, menyampaikan apresiasi atas langkah Pemkot Bandar Lampung yang membentuk 126 KDMP, dengan 17 di antaranya sudah beroperasi. Ia menilai koperasi perlu terus didorong agar lebih berdaya dalam mengembangkan usaha.
Baca juga : KDMP di Bandar Lampung Diarahkan Bidik Marketplace untuk Perluas Pasar
“Tentu kami apresiasi KDMP ini. Kita selama ini memberi ruang untuk UMKM atau petani untuk bekerja sama dengan kami dalam memasarkan produknya,” ujarnya.
Deni menambahkan, pihaknya selalu terbuka untuk menjalin kemitraan dalam pemasaran produk lokal. Namun, setiap produk yang akan di pasarkan perlu menyesuaikan standar yang ada agar memiliki daya saing lebih tinggi di pasar.
“Kami sangat mendukung koperasi ini agar bisa berdaya. Kami juga selalu terbuka untuk bermitra dalam hal pemasaran. Asal sesuai dengan standar yang kami tetapkan. Ini agar daya saingnya lebih tinggi,” katanya.
Selain itu, ia juga berpesan agar pelaku usaha dan pengelola koperasi tetap konsisten dalam berinovasi. Menurutnya, semangat untuk terus mencoba menjadi kunci menjaga keberlangsungan bisnis.
“Kemudian pelaku usaha atau pengelola koperasi kami harapkan tidak mudah menyerah, harus konsisten dalam berinovasi,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandar Lampung, Rahma, menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah agar produk binaan KDMP lebih mudah menembus pasar ritel modern.
“Memang, nanti kalau misalnya ada UMKM di kelurahan itu sudah memenuhi standar izin dan packaging, kita akan komunikasi dengan toserba dengan toko oleh-oleh agar produk dari KDMP tersebut bisa di pasarkan lebih luas,” jelasnya.
Ia menuturkan, pemetaan produk unggulan di tiap wilayah terus dilakukan. Contohnya, emping menjadi produk khas Teluk, keripik dari Kedaton, serta batik dan tapis dari Kemiling. Keunggulan produk tersebut dapat meningkatkan daya tarik pasar.
“Kita juga memetakan produk di tiap wilayah, tentu ini harus terus kita support untuk peningkatan kualitasnya. Agar produk UMKM ini bisa di pasarkan di toserba,” pungkasnya.








