Bandar Lampung (lampost.co)–Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas mendukung pemulihan kawasan tambak Dipasena sebagai pusat produksi udang unggulan. Tujuannya mengembalikan posisi Lampung sebagai pemain utama dalam perdagangan udang di kancah internasional.
Mikdar berpendapat bahwa optimalisasi lahan pertambakan sangat krusial bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Selain meningkatkan devisa melalui ekspor, keberhasilan revitalisasi bersentuhan dengan kesejahteraan ribuan keluarga yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.
“Sejarah mencatat tambak tersebut pernah menjadi kekuatan besar komoditas udang nasional, bahkan di Asia. Kami optimistis kejayaan itu bisa terulang kembali dengan strategi yang tepat dan sinergi yang kuat,” ungkap Mikdar, baru-baru ini.
Untuk menembus pasar global, Mikdar menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyediakan regulasi yang ramah investasi. Serta kemudahan akses modal bagi petambak. Ia mengidentifikasi beberapa faktor kunci :
-
Stabilitas Harga: Perlindungan harga di tingkat petambak agar tetap kompetitif.
-
Infrastruktur Pendukung: Perbaikan sarana distribusi dan fasilitas tambak yang selama ini menjadi hambatan teknis.
-
Standarisasi Kualitas: Peningkatan mutu produk agar memenuhi kriteria ketat pasar ekspor dunia.
Optimisme Kesejahteraan Masyarakat
Komisi II DPRD Lampung berjanji mengawal kebijakan yang pro-petambak. Termasuk penguatan lembaga lokal dan penyederhanaan jalur penyaluran hasil panen. Mikdar meyakini bahwa jika akses pasar internasional terbuka lebar. Dampaknya akan terasa pada pembukaan lapangan kerja baru dan penguatan daya beli masyarakat setempat.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan Dipasena sebagai prioritas utama dalam peta jalan pengembangan perikanan budidaya.








