Bandar Lampung (Lampost.co) — Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Lampung meminta pengkajian ulang rencana kenaikan tarif Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) yang mulai berlaku pada 27 November 2025. Kenaikan itu dapat meningkatkan beban biaya distribusi dan memengaruhi harga barang.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ALFI Lampung, Senoharto, mengatakan penyesuaian tarif tersebut akan menambah tekanan terhadap pelaku logistik yang saat ini masih berupaya menjaga efisiensi biaya. Kebijakan itu tidak sejalan dengan langkah pemerintah yang menargetkan penurunan biaya logistik nasional.
“Kenaikan ini akan menambah biaya operasional truk sekitar 4–6% dan berdampak pada harga barang serta daya saing industri,” ujarnya, Minggu, 23 November 2025.
Pihaknya menilai, kenaikan tarif seharusnya bersamaan dengan peningkatan kualitas layanan dan kondisi infrastruktur tol. Evaluasi komprehensif penting agar penyesuaian tarif tidak berdampak negatif pada mata rantai distribusi.
“Kami meminta kaji ulang besaran kenaikan, serta peningkatan layanan dan kualitas jalan sebelum tarif baru berlaku,” kata dia.
ALFI Lampung juga mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pemberian insentif atau diskon tarif tol sebagai upaya menjaga kelancaran distribusi. Kebijakan itu bisa mengurangi tekanan biaya pengangkutan barang.
“Kami juga mengusulkan insentif atau diskon bagi angkutan logistik atau subsidi tol untuk angkutan barang,” tuturnya.
Senoharto menegaskan, pihaknya akan tetap mendukung terciptanya ekosistem logistik yang efisien. Sehingga, menjaga arus distribusi barang demi kepentingan masyarakat.
“Kami tetap berkomitmen menjaga kelancaran distribusi barang dan mendukung ekosistem logistik yang efisien bagi masyarakat,” kata dia.
Dia menyebut, kenaikan tarif Tol berpotensi mendorong lebih banyak angkutan truk beralih ke jalan arteri untuk menekan biaya. “Jika tarif tol tinggi, maka truk akan cenderung memilih jalur non-tol dengan waktu tempuh lebih lama,” jelasnya.
Peralihan rute itu dapat menimbulkan persoalan baru pada jalur nasional. Dia juga mengingatkan risiko kemacetan, kecelakaan, hingga gangguan pasokan barang jika kondisi tersebut tidak diantisipasi.
“Hal ini menimbulkan kepadatan dan potensi laka lantas di Jalinsum. Melambatnya lead time pengiriman akan mengganggu rantai pasok dan berdampak pada kenaikan harga barang,” kata dia.
Daftar Tarif Tol Lampung
Untuk diketahui, tarif baru Tol Bakauheni–Terbanggi Besar pada kategori kendaraan golongan I, tarif naik menjadi Rp254.000. Sementara golongan II dan III menjadi Rp381.000, serta golongan IV dan V Rp507.500.
Tarif yang berlaku saat ini masing-masing Rp189.500 untuk golongan I, Rp284.500 untuk golongan II dan III, serta Rp379.000 untuk golongan IV dan V.








