Bandar Lampung (lampost.co)–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkirakan adanya kenaikan signifikan pada konsumsi Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Lonjakan permintaan ini diprediksi mencapai rentang 5 hingga 15 persen selama masa Satgas Ramadhan dan Idulfitri (RAFI) 2026.
Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Provinsi Lampung Sopian Atiek menjelaskan bahwa tren peningkatan mulai terlihat sejak awal tahun. Berdasarkan data evaluasi Januari-Februari, peningkatan konsumsi tidak pernah di bawah 10 persen karena jadwal Ramadhan yang jatuh lebih awal di tahun 2026.
Puncak permintaan diperkirakan terjadi pada jendela waktu 15 hari sebelum dan sesudah Lebaran seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat serta aktivitas rumah tangga.
“Masyarakat jangan khawatir, pemerintah dan Pertamina selalu siap menyediakan kebutuhan. Jika kuota menipis, akan segera ditambah dan disalurkan sesuai kebutuhan lapangan,” tegas Sopian di Bandarlampung, Selasa, 3 Maret 2026.
Data Kuota dan Realisasi
Hingga awal Maret, ketersediaan bahan bakar di 15 kabupaten dan kota di Lampung masih berada dalam batas aman. Berikut adalah rincian sisa kuota setelah realisasi awal tahun:
| Jenis Komoditas | Total Kuota 2026 | Realisasi Awal Tahun | Sisa Kuota Tersedia |
| Biosolar | 779.231 Kiloliter | 8% | 715.407 Kiloliter |
| Pertalite | 663.420 Kiloliter | 9% | 606.504 Kiloliter |
| LPG (Elpiji) | 219.740 Metrik Ton | 20.699 MT | 199.041 MT |
Meskipun kuota tahunan 2026 relatif mirip dengan tahun sebelumnya, penyaluran pada triwulan pertama ini mendapatkan perhatian ekstra. Pertamina mencatat peningkatan distribusi LPG pada Januari mencapai 10 persen dan naik menjadi 13 persen pada Februari.
Pemerintah memastikan bahwa skema extra dropping atau penambahan stok secara situasional akan diberlakukan di titik-titik rawan kelangkaan. Hal ini bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat di Lampung dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa terkendala urusan energi. (ANT)








