Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemprov Lampung juga menyiapkan langkah besar untuk mengembangkan sektor pariwisata dengan membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata mulai 2026. Langkah itu menjadi upaya strategis untuk menarik lebih banyak investor sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan Lampung memiliki potensi alam yang luar biasa, terutama dari sektor pantai yang mendominasi wilayahnya. Ia menyebut hampir 70 persen kawasan Lampung merupakan garis pantai dengan keindahan yang layak dikembangkan secara terencana.
“Selama ini pengembangan pariwisata masih berjalan secara organik. Tahun depan kami akan mendesain sektor pariwisata dengan pendekatan yang lebih matang melalui pembentukan KEK Pariwisata,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.
Dia menjelaskan, ada tiga segmen utama dalam pengembangan KEK Pariwisata Lampung, yakni kawasan kepulauan, pantai, dan gunung. Ia menyebut jarak lokasi wisata di Lampung sangat strategis karena bisa terjangkau dalam waktu singkat dari pusat kota.
Rencana awal pembangunan KEK Pariwisata akan berfokus di dua lokasi utama. Pertama, kawasan Bakauheni di Lampung Selatan dalam pengembangan di atas lahan seluas sekitar 5.000 hektare.
Proyek itu melibatkan investor besar seperti Mayapada Group dan Bakrie Group. Kedua, kawasan di Kabupaten Pesawaran dengan luasan sekitar 1.000 hingga 1.400 hektare.
“Jika semua berjalan sesuai rencana, Lampung akan memiliki dua kawasan wisata unggulan dengan fasilitas berkelas dalam 10 hingga 20 tahun ke depan,” kata Rahmat.
Potensi Pariwisata Lampung
Pertumbuhan sektor pariwisata Lampung juga menunjukkan tren positif. Pada 2024, jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 18 juta orang. Tahun ini, angka itu berpotensi meningkat menjadi 28 hingga 30 juta pengunjung, baik domestik maupun mancanegara.
Dia juga mencatat peningkatan signifikan dalam belanja wisatawan. Tahun lalu, rata-rata pengeluaran wisatawan mencapai Rp1,3 juta hingga Rp1,4 juta per kunjungan. Tahun ini, angka tersebut naik menjadi Rp1,8 juta per orang.
“Kontribusi pariwisata terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Lampung mencapai hampir Rp50 triliun. Dengan desain yang tepat dan masuknya investor dampak ekonominya akan meningkat berlipat,” tambahnya.
Pemerintah daerah optimistis pengembangan KEK Pariwisata akan membawa Lampung menjadi salah satu destinasi unggulan nasional. Langkah itu bisa menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat sektor UMKM, dan menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi daerah.








