Jakarta (Lampost.co) — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berencana membentuk Tim Khusus Penyelesaian Penghambat Investasi.
Tim itu akan mengevaluasi regulasi yang berpotensi menghambat investasi guna mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% yang Presiden Prabowo Subianto canangkan.
Langkah itu untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang tidak stabil serta mendorong penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor.
Sebelumnya, Pemerintah telah membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara untuk mengelola aset negara. Selain itu, mengonsolidasikan dan mengoptimalkan investasi pemerintah.
Strategi untuk Capai Target 8%
Luhut menegaskan mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% bukan hal mudah. Namun, ia optimistis dengan koordinasi solid antara DEN, Kemenko Perekonomian, dan kementerian terkait, kebijakan yang ada bisa lebih efektif.
“Revitalisasi industri padat karya, percepatan investasi, dan penguatan infrastruktur digital publik jadi kunci utama mencapai target ekonomi nasional,” ujar Luhut di Jakarta.
Airlangga Fokus pada Insentif Pajak dan KEK
Sementara itu, Airlangga menambahkan pemerintah akan mengevaluasi kebijakan tax holiday guna mengantisipasi penerapan global minimum tax 15%.
“Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk mereview tax holiday, insentif PPN DTP mobil listrik hybrid, serta percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” ujar dia.
Pemerintah juga akan fokus mempercepat pengembangan KEK dan termasuk KEK Kura-Kura Bali. Lalu mendorong Quality Tourism di Bali untuk meningkatkan daya tarik investasi sektor pariwisata.








