Jakarta (Lampost.co)—– Lama tak tersandung kasus hukum, artis kontroversial Nikita Mirzani kembali ditahan dan harus berhadapan dengan pihak berwajib.
Kali ini, ia di tahan bersama asistennya, Mail, terkait dugaan pemerasan terhadap dokter sekaligus pengusaha skincare, Dokter Reza Gladys.
Kasus ini bermula dari ulasan produk skincare yang Nikita Mirzani lakukan di media sosial dan berujung pada permintaan uang yang dugaannya sebagai ‘uang tutup mulut’.
Baca juga: Nikita Mirzani Resmi Ditahan! Polisi Bongkar Pemerasan Rp4 Miliar ke Reza Gladys
Awal Mula Kasus
Nama Reza Gladys terkenal sebagai dokter yang sukses di industri kecantikan dan memiliki lini produk skincare yang cukup populer. Kontroversi mulai muncul ketika Nikita Mirzani melakukan siaran langsung di TikTok pada November 2024. di mana ia mengulas produk skincare milik Reza.
Reza merasa ulasan tersebut bersifat merugikan dan mencemarkan nama baik produknya. Karena itu, ia berinisiatif menghubungi asisten Nikita, Mail, pada 13 September 2024. Ia menghubungi melalui WhatsApp dengan maksud ingin bertemu langsung dengan Nikita untuk berdiskusi.
Namun, niat tersebut justru berkembang menjadi dugaan pemerasan. Dalam komunikasi yang Mail lakukan menyatakan bahwa jika pertemuan itu tidak menghasilkan pembayaran. Maka mereka akan kembali membahas produk Reza di media sosial dengan cara yang tidak menguntungkan.
Dugaan Pemerasan Uang Rp 5 Miliar
Berdasarkan laporan yang Reza buat, Nikita melalui Mail meminta uang sebesar Rp 5 miliar agar tidak lagi membahas produk tersebut secara negatif di media sosial.
Merasa terancam dan takut akan dampak lebih lanjut terhadap bisnisnya, Reza akhirnya melakukan dua kali transfer dengan total Rp 4 miliar. 14 September 2024: Reza mentransfer Rp 2 miliar ke rekening yang di arahkan oleh Mail. Lalu pada 15 November 2024, Reza kembali mentransfer Rp 2 miliar, sehingga totalnya mencapai Rp 4 miliar.
Namun, setelah transaksi ini berlangsung, Reza merasa tidak nyaman dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya pada 3 Desember 2024.
Penyelidikan dan Penahanan
Setelah laporan diterima, polisi melakukan penyelidikan intensif. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang terkumpul, Nikita Mirzani serta asistennya, Mail, resmi menetapkan sebagai tersangka pada 20 Februari 2025.
Polisi menemukan sembilan dokumen dan lima flashdisk yang di anggap sebagai bukti kuat dalam kasus ini. Panggilan pemeriksaan pertama lakukan pada 24 Februari 2025. Tetapi keduanya meminta penundaan hingga 3 Maret 2025. Namun, di hari yang ditentukan, mereka kembali tidak menghadiri pemeriksaan.
Akhirnya, pada 4 Maret 2025, setelah menjalani pemeriksaan selama delapan jam, Nikita dan Mail resmi di tahan dan langsung mengenakan baju tahanan berwarna oranye.
Bantahan dari Pihak Nikita Mirzani
Meskipun telah penetapan sebagai tersangka dan melakukan penahanan, pihak Nikita Mirzani membantah tuduhan pemerasan tersebut. Pengacara Nikita, Fahmi Bachmid, menyatakan bahwa uang yang kliennya terima bukanlah hasil pemerasan. Melainkan pembayaran untuk endorsement produk skincare milik Reza Gladys.
“Ini bukan pemerasan, melainkan kesepakatan bisnis. Reza meminta tolong kepada Niki untuk mempromosikan produknya. Uang itu adalah pembayaran untuk endorsement, bukan uang tutup mulut,” ujar Fahmi Bachmid dalam konferensi pers.
Namun, pihak kepolisian tetap berpegang pada bukti yang ada dan melanjutkan proses hukum terhadap Nikita dan Mail.
Ancaman Hukuman
Atas perbuatannya, Nikita Mirzani dan asistennya dijerat dengan Pasal 27B ayat (2) dan Pasal 45 ayat (10) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Jika terbukti bersalah, mereka terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara.
Saat ini, Nikita dan Mail akan menjalani masa penahanan awal selama 20 hari untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Publik pun menantikan perkembangan kasus ini, mengingat Nikita Mirzani bukan kali pertama berhadapan dengan hukum.
Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan sang artis. Akankah Nikita Mirzani mampu membuktikan bahwa ia tidak bersalah? Ataukah bukti yang ada cukup kuat untuk menjeratnya ke dalam jeruji besi dalam waktu yang lama? Hanya waktu yang akan menjawab.








