Jakarta (Lampost.co)— Pengacara, Agus Salim, korban penyiraman air keras oleh rekan kerjanya, Alvin Lim, meninggal dunia pada, Minggu, 5 Januari 2025.
Meninggalnya Alvin Lim menjadi sorotan usai perseteruannya dengan ketua Yayasan, Pratiwi Noviyanti. Bahkan keduanya juga sempat saling lapor atas dugaan pencemaran nama baik.
Meskipun demikian, Novi mengaku sudah memafkan Alvin Lim, dan datang untuk melayat ke rumah duka. Melalui unggahan Insta Stories pribadinya, Novi mengucapakan belasungkawa atas kepergiannya. Novi juga terpantau hadir ke rumah duka Agus Lim.
Baca juga: Problematika Donasi Agus Salim Akhirnya Selesai, Uang Rp1,3 Miliar Disalurkan Korban Bencana
“Tadi aku denger kabar pas live streaming, terus banyak yang komen Pak Alvin Lim meninggal. Terus saya make sure, ternyata beliau meninggal jam 12 di Rumah Sakit Mayapada,” kata Novi usai melayat.
Saat hadir di rumah duka, Novi mengaku diterima baik oleh keluarga Alvin Lim. Bahkan, adik Alvin Lim mengutarakan permintaan maaf kepada Novi atas apa yang dilakukan Alvin Lim semasa hidup.
Di tengah suasana haru di rumah duka, Pertiwi Noviyanti hadir dengan raut wajah yang menunjukkan kesedihan mendalam. Ia terlihat berbicara dengan keluarga mendiang almarhum, menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan moral. Kehadirannya mencuri perhatian banyak pihak, mengingat sejarah konflik mereka yang belum lama berlalu.
Saat hadir di rumah duka, Novi mengaku mendapat sambutan yang baik oleh keluarga Alvin Lim. Bahkan, adik Alvin Lim mengutarakan permintaan maaf kepada Novi atas apa yang Alvin Lim lakukan semasa hidup.
“Adiknya meminta maaf secara langsung terhadap saya tentang kondisi Pak Alvin ini kenapa beliau seperti ini. Jujur katanya Pak Alvin ini karakter yang tempramen. Tapi ia ini bukan tipe orang yang suka men-judge orang lain. Karena mungkin sakit yang di derita membuatnya seperti itu,” kata Novi.
“Makanya adiknya minta maaf atas semua yang sudah Pak Alvin lakukan, saya sudah memaafkan,” lanjutnya.
Apresiasi Publik
Pernyataan ini menuai apresiasi dari berbagai kalangan, yang menilai bahwa kehadiran Pertiwi adalah contoh nyata bagaimana nilai kemanusiaan dapat mengatasi perseteruan profesional. Langkah Pertiwi untuk melayat di anggap sebagai bentuk penghormatan dan penegasan bahwa persaingan di dunia hukum tidak harus merusak hubungan pribadi.








