Bandar Lampung (Lampost.co)– Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bandar Lampung (UBL) menggelar kegiatan Cinema Talks bersama para pemain dan tim produksi film horor Riba, Sabtu, 29 November 2025.
Acara menghadirkan perwakilan PH Verona Film selaku rumah produksi, membahas proses kreatif, pendalaman karakter, hingga pesan sosial yang terkandung dalam film tersebut.
Eksekutif Produser PH Verona Film, Bedy Kunady, menyampaikan bahwa Riba merupakan film layar lebar perdana yang mereka garap. Sebelum tiba di Lampung, pihaknya telah melakukan rangkaian roadshow di sejumlah kota besar di Pulau Jawa dan Kalimantan.
“Ini film bioskop pertama yang kami produksi. Kami sudah melakukan sosialisasi di beberapa kota di Jawa dan Kalimantan, dan kini hadir di Lampung. Alhamdulillah, antusias mahasiswa di sini sangat baik,” ujar Bedy.
Ia menegaskan bahwa RIiba tidak hanya menawarkan ketegangan khas film horor. “Film ini membawa pesan kemanusiaan dan nilai sosial yang kuat. Ceritanya kami adaptasi dari thread berjudul Getih Anak. Setelah melalui proses panjang, kami melihat ada potret sosial tentang tekanan hidup yang membuat seseorang bisa memilih jalan yang keliru,” jelasnya.
Dosen Ilmu Komunikasi UBL, Budhi Waskito, menilai film tersebut memiliki ruang kajian masyarakat yang menarik. Riba sangat layak diapresiasi karena sarat dengan studi sosial. Kegiatan seperti ini memberi pengalaman langsung kepada mahasiswa, sekaligus mendorong kreativitas mereka dalam mendukung kebangkitan industri film nasional,” katanya.
Salah satu peserta, Maretha, mengaku mendapatkan banyak wawasan setelah mengikuti diskusi.
“Saya jadi tahu tentang alur produksi film, proses casting, sampai bagaimana menjadi pemeran,” ujarnya.
Ia juga menilai film Riba menyajikan sudut pandang psikologis dan budaya. “Dari film ini saya mendapat pemahaman mengenai aspek psikologis, sosial, dan gambaran budaya dari Jawa,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung di Fakultas Ilmu Komunikasi UBL tersebut dihadiri puluhan mahasiswa, dalam agenda cinema talks.








