• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 17/02/2026 01:10
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Kesehatan

Deteksi Asma Sejak Dini, Skrining PARS bagi Anak Bisa Jadi Solusi

Penyakit asma pada anak perlu jadi perhatian orang tua.

Ricky MarlyMedia IndonesiabyRicky MarlyandMedia Indonesia
11/08/24 - 23:59
in Kesehatan
A A
Deteksi Asma Sejak Dini, Skrining PARS bagi Anak Bisa Jadi Solusi

(dok. pixabay.com)

Jakarta (Lampost.co) — Penyakit asma pada anak perlu jadi perhatian orang tua. Hal ini karena akan berkaitan dengan proses tumbuh kembang anak. Masalah paru-paru akibat peradangan pada bronkus atau saluran udara ini dapat menyebabkan kesulitan bernafas. Sehingga bisa mengganggu aktivitas, rutinitas, dan kualitas hidup anak.

Dokter Spesialis Paru Anak Prof Dr dr Bambang Supriyatno Sp A(K) menjelaskan, bronkus menyempit ataupun membengkak akan membuat produksi lendir menjadi berlebihan. Sehingga akhirnya dapat menyebabkan seseorang kesulitan bernafas. Gejala utama asma yang biasanya muncul yakni batuk, wheezing, sesak napas, dan rasa tertekan di dada.

“Sayangnya masih banyak yang belum memahami mengenai kondisi asma, terutama sensitisasi atau proses yang membuat keadaan seseorang jadi sensitif atas pencetus asma. Pada akhirnya asma tidak terdeteksi sejak dini, padahal ini penting,” kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tersebut.

Baca Juga:

Terlalu Sering Kena Angin, Nanti Paru-paru Basah? Ini Penjelasannya

Merujuk penelitian Yunginger, asma mulai sejak usia dini dan insidensi paling tinggi pada anak prasekolah (<6 tahun). Hal ini juga yang akan menjadi faktor angka asma terus naik pada usia dewasa.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023, total angka penderita asma di Indonesia mencapai 877.531 orang. Angka tertinggi ada di Provinsi Jawa Barat 156.977 orang, Jawa Timur 130.683 orang, dan Jawa Tengah 118.184 orang.

Menurut Prof Bambang, penting bagi orang tua untuk memahami bagaimana cara mendeteksi asma sejak dini. Hal ini agar upaya pencegahan sensitisasi terhadap alergen asma bisa kita lakukan sejak masa kehamilan.

Salah satu caranya adalah skrining yang bisa kita lakukan lewat Skrining Risiko Asma Pediatrik (Pediatric Asthma Risk Score/PARS), disamping Asthma Pediatric Index.

Prof Bambang menyebut hasil skrining PARS ini untuk menentukan apakah anak memililki risiko rendah, sedang atau tinggi terhadap asma. “PARS menjadi alat yang membantu dokter mengidentifikasi untuk merencanakan tindakan pencegahan atau intervensi sesuai dalam upaya mencegah asma,” ujarnya.

Pemeriksaan Penunjang

Dalam diagnosis asma pada anak, selain anamnesis dan pemeriksaan fisis, terdapat juga pemeriksaan penunjang yaitu salah satunya dengan sistem prediksi atau skoring. Pada penelitian Micheal dan kawan-kawan juga menyebut kalau PARS sebagai alat skrining sederhana, efektif, dan dipersonalisasi untuk memperkirakan risiko asma pada anak-anak.

Riset tentang pengembangan alat PARS ini oleh dua peneliti dari Cincinnati Children’s, yakni Jocelyn Biagini PhD dan Gurjit Khurana Hershey MD PhD pada 2018 lalu.

Menggunakan enam faktor untuk risiko pada anak-anak antara lahir dan usia tiga tahun, hasil riset pada 762 anak ini menunjukkan kinerja baik.

Menurut Prof Bambang, ketika anak telah melakukan skrining PARS maka hal ini menjadi dasar untuk pengobatan. Selain itu sebagai upaya pencegahan terhadap serangan atau kekambuhan asma yang bisa kita hindari. Salah satunya adalah menghindari alergen atau pencetusnya sehingga kontrol asma dapat kita lakukan.

“Faktor pencetus asma itu misalnya seperti debu rumah, alergen dari bulu binatang atau polusi udara. Baik itu dari asap rokok, asap kayu ataupun polusi udara di luar ruangan karena buangan kendaraan bermotor misalnya. Bahkan, tingkat polusi udara di Jakarta yang tinggi dan hingga infeksi pernafasan akibat virus bisa menjadi pencetus,” jelas Prof Bambang.

Tags: ANAKasmaparu-parupenyakit
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

PT Sinergi Global Alkesindo Gandeng YKI Lampung Gelar Seminar Skrining Kanker Paru Berbasis AI

PT Sinergi Global Alkesindo Gandeng YKI Lampung Gelar Seminar Skrining Kanker Paru Berbasis AI

byMustaan
14/02/2026

Bandarlampung (lampost.co) -- Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, PT Sinergi Global Alkesindo menggandeng Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Provinsi...

DPR Dorong Pemerintah Mitigasi dan Surveilans Ketat Cegah Penyebaran Virus Nipah

DPR Dorong Pemerintah Mitigasi dan Surveilans Ketat Cegah Penyebaran Virus Nipah

byWandi Barboyand1 others
04/02/2026

Jakarta (Lampost.co): Komisi IX DPR mendorong pemerintah untuk segera melakukan mitigasi dan surveilans ketat guna mencegah penyebaran virus Nipah. Langkah...

Rerie Ajak Perkuat Kewaspadaan Publik untuk Antisipasi Ancaman Virus Nipah

Rerie Ajak Perkuat Kewaspadaan Publik untuk Antisipasi Ancaman Virus Nipah

byWandi Barboyand1 others
04/02/2026

Jakarta (Lampost.co): Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kewaspadaan masyarakat untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus...

Berita Terbaru

logo BRI Super League
Bola

Comeback Gemilang Persita Tangerang di Indomilk Arena

byIsnovan Djamaludin
16/02/2026

Tangerang (Lampost.co)–Persita Tangerang berhasil memetik poin penuh dalam lanjutan pekan ke-21 Super League 2025/2026. Menjamu PSBS Biak di Stadion Indomilk...

Read moreDetails
Gelandang RB Leipzig Brajan Gruda

Brajan Gruda Selamatkan RB Leipzig dari Kekalahan

16/02/2026
logo Serie A

Parma Jauhi Zona Merah Usai Tundukkan Verona 2-1

16/02/2026
para pemain bologna

Bologna Curi Poin Penuh di Kandang Torino

16/02/2026
logo Piala FA

Wolves Depak Grimsby Town dari Piala FA lewat Gol Tunggal Santiago Bueno

16/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.