Bandar Lampung (Lampost.co) – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Muawanah menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Jalan Nunyai Dalam, Kelurahan Rajabasa Nunyai, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut diisi tausiah oleh Syekh Tengku Zaky Mubarrak MS, Lc, MA, yang mengulas makna peristiwa Isra Mikraj serta kandungan Surat Al-Isra dalam Al-Qur’an.
Dalam penyampaiannya, Ustaz Tengku Zaky menjelaskan bahwa Surat Al-Isra merupakan salah satu surat golongan Makkiyah, yakni surat yang diturunkan di Kota Makkah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
“Surat Makkiyah memiliki ciri khas ayat-ayatnya relatif pendek dan berfokus pada penguatan keimanan, tauhid, serta akidah,” ujar Ustaz Zaky di hadapan jamaah.
Surat Al-Isra
Ia menjelaskan, Surat Al-Isra merupakan surat ke-17 dalam Al-Qur’an yang terdiri atas 111 ayat. Ayat pertama surat tersebut secara khusus mengisahkan peristiwa Isra Mikraj, perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha dalam satu malam.
Ustaz Zaky menambahkan, secara logika manusia, perjalanan dari Makkah ke Yerusalem pada masa itu membutuhkan waktu hingga tiga bulan. Karena itu, peristiwa Isra Mikraj menjadi ujian keimanan yang besar bagi umat Islam.
“Di sinilah keistimewaan iman Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ketika kaum Quraisy mengejek peristiwa Isra Mikraj, Abu Bakar dengan tegas menyatakan, ‘Jika memang Rasulullah yang mengatakannya, maka itu pasti benar,’” katanya.
Lebih lanjut, Ustaz Zaky membandingkan karakter Surat Makkiyah dengan Surat Madaniyah. Surat Madaniyah, lanjut dia, diturunkan setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah dan umumnya membahas hukum syariat, kemasyarakatan, serta pembentukan tatanan negara Islam.
“Surat Madaniyah biasanya memiliki ayat yang lebih panjang, membahas hukum ibadah, muamalah, waris, jihad, dan kenegaraan, serta sering diawali dengan seruan ‘Ya ayyuhalladzina aamanu’,” ujarnya.
Sambutan Walikota
Sementara itu, Ketua RT 07 Kelurahan Rajabasa Nunyai, Toni, yang membacakan sambutan Wali Kota Bandar Lampung, menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam meningkatkan kehidupan keagamaan masyarakat.
Menurutnya, Pemkot Bandar Lampung terus menggulirkan berbagai program keagamaan, di antaranya pemberian insentif bagi guru ngaji dan marbot, program umrah, bantuan rehabilitasi masjid dan musala, serta bantuan untuk 78 pondok pesantren di Kota Bandar Lampung.
Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan perayaan hari besar keagamaan seperti Isra Mikraj, Maulid Nabi Muhammad SAW, Nuzulul Quran, dan Tahun Baru Islam masing-masing sebesar Rp2 juta.
“Pemkot juga menyalurkan bantuan operasional untuk 862 masjid di Kota Bandar Lampung, masing-masing Rp15 juta, serta berbagai program peningkatan keagamaan lainnya,” kata Toni. (MAN)








