Bandar Lampung (Lampost.co) — Tiga hari menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, harga komoditas cabai di pasar tradisional di Pasar Way Dadi, Bandar Lampung terpantau mengalami kenaikan yang signifikan.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa, 17 Maret 2026, harga cabai setan kini mulai menyentuh angka Rp75.000 per kilogram.
Kenaikan ini tergolong drastis mengingat pada pekan lalu harga cabai di tingkat pedagang eceran masih bertahan di kisaran Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram.
Harga komoditas cabai rawit, cabai merah keriting, dan cabai hijau juga menunjukkan tren kenaikan yang sama, yaitu naik sekitar Rp10.000 sampai Rp15.000 per kilogramnya.
Baca Juga:
Jelang Lebaran, Harga Ayam di Lamsel Dibanderol Rp40 Ribu per Ekor
Meningkatnya Permintaan
Pedagang setempat menyebut kenaikan harga terjadi dalam beberapa hari terakhir dan mulai dirasakan konsumen. Namun aktivitas belanja masyarakat terpantau mengalami peningkatan dari pada hari biasa.
Salah seorang pedagang, Mujiatun (41) mengatakan harga cabai rawit mulai mengalami kenaikan di angka Rp50.000 per kilogram.
Sedangkan cabai setan di angka Rp75.000 per kilogram. Kemudian harga cabai merah dan hijau mencapai Rp45.000 per kilogram.
Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok karena meningkatnya permintaan menjelang Lebaran. Serta sepertinya akan terus mengalami kenaikan hingga Lebaran 2026 mendatang.
“Biasanya harga bahan pokok kalau mau puasa pasti akan naik terus, puncaknya mendekati Lebaran nanti,” ujarnya.
Sementara itu, Ningsih (34) salah seorang pembeli, mengaku jika harga cabai tersebut sudah tergolong mahal.
“Biasanya beli enggak sampai segini harganya, cuma namanya kita butuh pasti dibeli buat Lebaran,” katanya.
(Fauzan Al Djabar/Magang)








