Bandar Lampung (Lampost.co) — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjung Karang mencatat persentase signifikan jumlah penumpang selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 naik hingga 12 persen.
Poin penting :
1. Persentase kenaikan penumpang hingga 12 persen terjadi pada transportasi kereta api
2. Transportasi kereta api jadi pilihan masyarakat untuk perjalanan.
3. Penambahan armada untuk antisipasi lonjakan penumpang.
Lonjakan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan transportasi kereta api pada libur akhir tahun.
Berdasarkan data KAI Divre IV Tanjung Karang, jumlah penumpang kereta api pada periode 18–31 Desember 2025 mencapai 60.015 orang.
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode 18–31 Desember 2024, jumlah penumpang tercatat sebanyak 53.036 orang. Artinya terjadi peningkatan sebesar 6.979 penumpang atau sekitar 13 persen secara tahunan.
Baca juga : PT KAI Siapkan 1,5 Juta Kuota Diskon Tiket untuk Perjalanan Nataru 2025/2026
Kepala Divre IV PT KAI Tanjung Karang, Mohamad Ramdany, mengatakan kenaikan jumlah penumpang tidak terlepas dari berbagai upaya peningkatan layanan selama masa angkutan Nataru.
Salah satunya melalui penambahan armada untuk mendukung kapasitas angkut.
“Pada angkutan Nataru tahun ini, kami mendapatkan tambahan armada. Kapasitas Kereta Api Rajabasa meningkat dari sebelumnya 530 penumpang menjadi 848 penumpang dalam satu perjalanan,” ujar Ramdany.
Selain Kereta Api Rajabasa, KAI Divre IV Tanjung Karang juga melakukan penyesuaian kapasitas pada layanan Kereta Api Kuala Stabas.
Langkah ini untuk mengantisipasi lonjakan permintaan penumpang yang cenderung meningkat pada periode libur panjang.
“Kami juga melakukan penambahan kapasitas pada Kereta Api Kuala Stabas untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ramdany menegaskan, seluruh rangkaian pelayanan selama angkutan Nataru telah mempersiapkan secara maksimal.
KAI memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama.
“Seluruh layanan kami siapkan secara optimal. Tahun ini juga merupakan restorasi dan modifikasi pada kereta agar penumpang mendapatkan suasana perjalanan yang lebih nyaman,” ujarnya.








