Pesawaran (Lampost.co)—Dinas Kesehatan (Dinkes) Pesawaran membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI). Tujuannya meminimalkan hal-hal pasca-pemberian imunisasi polio.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantas Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pesawaran, Chris Manurung, mengatakan pokja tersebut bertugas mengantisipasi semua kejadian setelah anak mendapat imunisasi. Baik yang berhubungan dengan tindakan pemberian imunisasi maupun yang tidak ada hubungan sama sekali.
“Setiap kegiatan imunisasi dan vaksin memang selalu berbarengan dengan monitoring dan evaluasi. Ini sebagai upaya mengetahui dampak pemberian vaksin kepada masyarakat,” ujarnya, Rabu (31/7/2024).
Chris mengatakan pihaknya juga telah meminta seluruh faskes, klinik swasta, bidan desa, dan bidan mandiri, agar segera merujuk pasien yang baru menerima imunisasi polio.
“Kami sudah menyiapkan dokter anak di RSUD Pesawaran. Jadi kalau ada anak yang terkena efek samping pasca-imunisasi, harus cepat merujuknya ke RSUD, jangan sampai menundanya,” ujar dia.
Dia mengatakan pasca-imunisasi tubuh biasanya mengeluarkan efek samping, mulai demam sampai dengan diare.
“Kalau penanganannya tidak cepat, bisa membahayakan anak. Makanya kami telah meminta setiap faskes baik itu milik pemerintah maupun swasta agar segera merujuk anak tersebut sehingga mendapatkan penanganan cepat,” katanya.








