Kupang (Lampost.co)—Pencarian Pelatih Valencia Fernando Martin dan anak-anaknya yang menjadi korban tenggelam KM Putri Sakinah di Labuan Bajo, NTT di perpanjang. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperpanjang operasi pencarian mulai 2- 4 Januari 2026.
“Berdasarkan hasil evaluasi sore ini, Tim SAR Gabungan akan melanjutkan dan memaksimalkan upaya pencarian selama tiga hari ke depan,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC).
Berdasarkan aturan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014, pelaksanaan operasi SAR seharusnya berlangsung tujuh hari berturut-turut. Tetapi, operasi bisadiperpanjang apabila masih terdapat tanda-tanda atau peluang penemuan korban.
Baca juga: IRT Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi Wonosobo Tanggamus
“Kami tetap optimistis kerja keras seluruh unsur Tim SAR Gabungan dapat membuahkan hasil dalam masa perpanjangan operasi SAR ini,” lanjutnya.
Operasi SAR
Sementara itu, Pemerintah Spanyol melalui Duta Besar Spanyol untuk Indonesia mengirimkan surat resmi pada 31 Desember 2025. Isi surat tersebut yakni berharap agar operasi SAR terhadap tiga WNA Spanyol yang hilang itu terus diupayakan.
Selain itu, pencarian juga melibatkan kehadiran keluarga korban yang selalu bersama Tim SAR Gabungan.
Terdapat 13 kapal yang mengerahkan selama operasi pencarian 7 hari berturut-turut.
Selain kapal, peralatan sonar dan hidronav milik Polairud Polda NTT juga digunakan untuk menyisir area pencarian. Hari ini operasi pencarian yang dilakukan Tim SAR memasuki hari ke delapan.
Penemuan Jenazah
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan pagi ini (29/12), melaksanakan pencarian hari keempat terhadap empat warga negara asing (WNA) asal Spanyol termasuk Pelatih Valencia Fernando Martin dan tiga anaknya yang menjadi korban KM Putri Sakinah yang tenggelam di Labuan Bajo, Jumat (26/12).
Hasil pencarian membuahkan temuan satu jenazah perempuan pada pukul 06.05 Wita di perairan utara Pulau Serai, Labuan Bajo.
“Kami menerima informasi dari warga Pulau Serai, Bapak Nasaruddin, yang melihat jenazah mengambang di pinggir perairan. Tim SAR Gabungan langsung menuju lokasi menggunakan RIB Pos SAR Manggarai Barat untuk mengevakuasi korban ke Labuan Bajo,”ucap Fathur Rahman, Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC).
Tim SAR Gabungan tiba di Pelabuhan Marina Labuan Bajo pukul 07.30 WITA. Jenazah kemudian membawa ke RSUD Komodo menggunakan ambulans KPP Labuan Bajo.
Ibu dan keluarga korban ikut dalam perjalanan untuk memastikan identifikasi secara medis oleh tim forensik RSUD Labuan Bajo.







