• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 06/03/2026 04:23
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Teknologi

Bukan Sekadar Saingi Starlink, Ini Ambisi Besar Blue Origin dengan Ribuan Satelit Baru

Blue Origin menargetkan tahap awal peluncuran satelit TeraWave dimulai pada akhir 2027.

Denny ZYbyDenny ZY
22/01/26 - 19:56
in Teknologi
A A
Blue Origin Satelit TeraWave

Ilustrasi (Blue Origin)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Persaingan internet berbasis satelit memasuki babak baru. Blue Origin, perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, mengumumkan rencana membangun jaringan satelit raksasa bernama TeraWave. Proyek ini melibatkan peluncuran lebih dari 5.400 satelit ke orbit rendah Bumi dan digadang-gadang mampu menghadirkan kapasitas transmisi data yang jauh melampaui layanan satelit yang ada saat ini.

Langkah ini langsung memicu perbandingan dengan Starlink milik Elon Musk. Namun, jika ditelisik lebih dalam, ambisi Blue Origin ternyata tidak sekadar meniru strategi kompetitornya.

Apa Itu Proyek TeraWave?

TeraWave merupakan jaringan komunikasi satelit generasi baru yang dirancang untuk menangani lalu lintas data berskala sangat besar. Blue Origin mengklaim jaringan ini mampu mengalirkan data hingga 6 terabit per detik, angka yang menempatkannya di level infrastruktur kelas berat, bukan sekadar layanan internet konsumen.

Dengan kemampuan tersebut, TeraWave diproyeksikan menjadi tulang punggung konektivitas global berkecepatan tinggi, terutama untuk kebutuhan kritikal yang menuntut stabilitas dan latensi rendah.

Strategi Berbeda dari Starlink

Meski sama-sama mengandalkan ribuan satelit di orbit rendah, arah bisnis Blue Origin berbeda dari Starlink. Jika Starlink fokus melayani pelanggan individu dan daerah terpencil, TeraWave justru menyasar segmen yang lebih sempit namun bernilai tinggi.

Target utama TeraWave meliputi:

Pusat data dan jaringan komputasi skala besar

Perusahaan multinasional

Lembaga pemerintah dan pertahanan

Infrastruktur komunikasi lintas negara

Pendekatan ini menempatkan Blue Origin sebagai penyedia infrastruktur, bukan layanan ritel langsung ke masyarakat.

Tidak Ditujukan untuk Internet Rumahan

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah TeraWave akan menjadi alternatif internet rumah seperti Starlink. Jawabannya, setidaknya untuk saat ini, adalah tidak.

Kapasitas tinggi yang ditawarkan TeraWave lebih relevan untuk:

Sinkronisasi data antar data center

Komunikasi pemerintahan

Kebutuhan jaringan kritikal di wilayah terpencil

Artinya, proyek ini tidak dirancang untuk menggantikan WiFi rumahan, melainkan menjadi lapisan konektivitas global di balik layar.

Hubungan dengan Proyek Satelit Amazon

Menariknya, TeraWave hadir di tengah keberadaan proyek satelit lain yang juga dikaitkan dengan Jeff Bezos, yakni Project Kuiper milik Amazon. Meski sama-sama bergerak di orbit rendah, kedua proyek ini berjalan secara terpisah dan memiliki fokus berbeda.

Project Kuiper menargetkan penyediaan internet broadband untuk masyarakat umum, sementara TeraWave diposisikan sebagai solusi jaringan berkapasitas sangat besar untuk sektor profesional. Perbedaan ini menegaskan bahwa Bezos tidak menempatkan semua taruhannya di satu model bisnis saja.

Kapan TeraWave Akan Diluncurkan?

Blue Origin menargetkan tahap awal peluncuran satelit TeraWave dimulai pada akhir 2027. Target ini muncul setelah sejumlah kemajuan teknis perusahaan, termasuk keberhasilan uji pendaratan roket di platform laut, pencapaian yang sebelumnya identik dengan SpaceX.

Keberhasilan tersebut menjadi sinyal bahwa Blue Origin semakin serius membangun kemampuan peluncuran mandiri dalam skala besar.

Bayang-Bayang Kontroversi dan Reposisi Citra

Dalam beberapa waktu terakhir, Blue Origin kerap mendapat sorotan publik, mulai dari ambisi roket New Glenn hingga penerbangan wisata luar angkasa yang melibatkan figur publik. Kritik sempat muncul karena proyek-proyek tersebut dinilai terlalu elitis di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Pengumuman TeraWave dapat dibaca sebagai upaya reposisi: dari sekadar perusahaan wisata antariksa menjadi pemain strategis dalam infrastruktur komunikasi global.

Apa Dampaknya bagi Peta Persaingan Satelit Global?

Jika terealisasi sesuai rencana, TeraWave berpotensi:

Mengurangi dominasi tunggal Starlink di segmen tertentu

Membuka pasar baru untuk konektivitas ultra-cepat

Mempercepat adopsi jaringan berbasis satelit di sektor strategis

Persaingan ini juga bisa mendorong inovasi lebih cepat, sekaligus menekan biaya infrastruktur komunikasi global dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Proyek TeraWave menunjukkan bahwa persaingan satelit tidak lagi soal siapa yang paling cepat menyediakan internet untuk rumah tangga. Blue Origin memilih jalur berbeda dengan membidik kebutuhan data skala besar dan pengguna kelas institusional.

Dengan 5.400 satelit dan klaim kapasitas hingga 6 Tbps, TeraWave berpotensi menjadi fondasi baru konektivitas global. Bukan pengganti Starlink, melainkan pesaing di arena yang lebih strategis dan bernilai tinggi.

Tags: Blue OrigininternetsatelitStarlinkTeraWave
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Spesifikasi Harga OPPO A6s

Spesifikasi dan Harga OPPO A6s Meluncur 6 Maret 2026

byEffran
05/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pasar smartphone Indonesia kembali memanas. OPPO Indonesia memastikan kehadiran perangkat terbaru dari lini A Series, yakni...

ROG Strix B850-F Gaming WiFi7 Neo

Review ROG Strix B850-F Gaming WiFi7 Neo: Motherboard AM5 Terbaik 2026

byDenny ZY
05/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Memasuki kuartal pertama tahun 2026, ASUS kembali menggebrak pasar komponen PC dengan meluncurkan lini terbaru mereka,...

ROG Crosshair X870E Glacial

Review ROG Crosshair X870E Glacial 2026: Motherboard Monoblock Terbaik untuk Ryzen 9000

byDenny ZY
05/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Memasuki tahun 2026, standar PC enthusiast telah bergeser jauh ke arah integrasi AI dan sistem pendinginan...

Berita Terbaru

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. (Foto: Dok. MI)
Humaniora

Segera Sahkan UU PPRT untuk Lindungi Masyarakat dari Ancaman Krisis

byRicky Marlyand1 others
06/03/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Dorong pengesahan segera RUU PPRT menjadi undang-undang sebagai bagian merealisasikan amanah Konstitusi UUD 1945 untuk melindungi setiap...

Read moreDetails
Logo Coupe de France Football

Lewat Drama Adu Penalti, Nice Singkirkan Lorient dari Piala Prancis 2026

06/03/2026
Logo La Liga Spanyol

Rayo Vallecano Tekuk Real Oviedo 3-0 pada Laga Tunda Pekan Ke-23 La Liga 2025/2026

06/03/2026
logo bundesliga

Bayer Leverkusen Menang Tipis 1-0 atas Hamburger SV pada Laga Tunda Bundesliga 2026 Pekan Ke-17

06/03/2026
Kajati Lampung Lantik Kajari Lampung Barat, Tuba, dan Tubaba

Kajati Lampung Lantik Kajari Lampung Barat, Tuba, dan Tubaba

06/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.