Bandar Lampung (Lampost.co) — Dunia gaming di awal tahun 2026 kembali diguncang oleh kemunculan judul baru yang memicu perdebatan panas di media sosial. Game tersebut adalah Pickmon, yang kini dijuluki sebagai game paling kontroversial tahun ini. Selain itu, munculnya cuplikan perdana di platform Steam baru-baru ini langsung memicu reaksi keras dari para gamer dan pengamat industri.
Bukan tanpa alasan, Pickmon dituduh melakukan praktik plagiarisme terang-terangan terhadap beberapa judul besar sekaligus. Mulai dari Pokemon, The Legend of Zelda: Breath of the Wild, hingga sensasi tahun 2024, Palworld, semuanya disebut-sebut telah dijiplak Pickmon.
Provokasi Developer Melalui Nama PocketGame
Sorotan pertama tertuju pada sang pengembang, PocketGame. Nama ini dianggap sebagai upaya sindiran atau taunting terhadap developer Palworld, yaitu Pocketpair. Sebagai tambahan, tidak sedikit netizen yang menyebut bahwa PocketGame sengaja menggunakan nama yang mirip untuk memancing reaksi publik sekaligus menarik perhatian di tengah perselisihan hukum yang masih membayangi genre creature-collection.
Campuran Desain yang Sangat Familiar
Berdasarkan trailer yang beredar, Pickmon menampilkan dunia open-world yang secara visual sangat identik dengan gaya seni Zelda: Breath of the Wild. Bahkan, karakter utamanya terlihat seperti kembaran Link dengan pakaian dan gaya rambut yang nyaris serupa. Selain itu, mekanisme eksplorasinya pun menggunakan alat terbang yang menyerupai paraglider ikonik milik Link.
Dari sisi makhluk koleksinya, Pickmon membawa elemen monster yang dianggap sebagai jiplakan dari desain Pokemon. Beberapa monster terlihat seperti modifikasi dari Pikachu hingga Charizard. Namun, yang paling fatal adalah tuduhan dari beberapa seniman di Instagram (seperti @el.psy.fake). Mereka mengeklaim bahwa desain monster dalam Pickmon diambil dari fan art Mega Evolution buatan mereka tanpa izin.
Mekanisme Card-Based Capture: Upaya Menghindari Gugatan?
Berbeda dengan Pokemon yang menggunakan bola (PokeBall) atau Palworld dengan Pal Sphere, Pickmon memperkenalkan mekanisme card-based capture. Pemain menangkap monster menggunakan kartu ajaib. Banyak pihak menilai ini adalah upaya licik developer untuk menghindari paten mekanisme penangkapan monster yang saat ini sedang diperjuangkan Nintendo di pengadilan.
Secara gameplay, Pickmon menawarkan simulator fight-farm-build yang memungkinkan monster bekerja di pabrik atau ladang. Formula ini dipopulerkan oleh Palworld. Namun, bedanya Pickmon seolah ingin menggabungkan semua elemen sukses dari berbagai judul besar ke dalam satu paket yang sangat berisiko secara hukum.
Status Rilis di Steam
Saat ini, Pickmon sudah terdaftar di Steam dengan status TBA (To Be Announced). Meski telah mencuri perhatian jutaan pasang mata, banyak analis meragukan game ini akan benar-benar dirilis. Karena reputasi Nintendo yang sangat ketat dalam menjaga hak kekayaan intelektualnya, Pickmon diprediksi akan menghadapi tuntutan hukum besar sebelum sempat menyapa para pemain secara resmi.
Apakah Pickmon akan menjadi inovasi baru atau hanya sekadar upaya cari sensasi yang berujung di meja hijau? Kita tunggu perkembangan selanjutnya di tahun 2026 ini.








