Bandar Lampung (Lampost.co) — Infeksi cacing atau cacingan menjadi salah satu momok para orang tua yang memiliki anak-anak. Sebab telur atau larva cacing bisa menginfeksi dari berbagai macam jalur dari makanan hingga lingkungan tanpa terasa.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Lusi Darmayanti mengungkapkan, penyebab utama cacingan pada manusia adalah masuknya telur atau larva cacing ke dalam tubuh manusia. Jenis cacing penyebab cacingan yaitu cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura) dan cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus).
Ia menjelaskan infeksi kecacingan terjadi akibat warga kurang menjaga keberhasihan tubuh. Salah satu yang kerap remeh adalah kuku panjang. Menurutnya kuku panjang dan kotor dapat menjadi tempat menempelnya telur cacing.
“Mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, seperti sayur atau buah yang tidak dicuci atau air yang terkontaminasi kotoran,” ungkapnya, Selasa, 26 Agustus 2025.
Kemudian perilaku buang air besar sembarangan (BABS) juga meningkatkan potensi mengalami infeksi cacing. Sebab tanah atau air yang tercemar tinja meski tidak secara langsung, pasti mengandung telur cacing.
Lalu kurangnya kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan akses sanitasi yang kurang memadai juga bisa meningkatkan potensi infeksi cacing. Terlebih jika seseorang orang tinggal di lingkungan padat dan sistem sanitasi yang buruk.
“Kurangnya akses sanitasi dan kesadaran perilaku hidup bersih sehat juga menjadi penyebab terjadinya cacingan khususnya pada anak,” katanya.
Telanjang Kaki
Ia menambahkan, penyebab yang kerap tak sadar masyarakat adalah kebiasaan tidak menggunakan alas kaki kegiatan beraktifitas di luar rumah. Meski tak terlihat dan ukurannya kecil, ia menegaskan larva cacing bisa menembus kulit manusia.
“Larva cacing tambang bisa menembus kulit telapak kaki dari tanah yang tercemar, jadi kalau beraktivitas tak menggunakan alas kaki ada kemungkinan terinfeksi,” tambahnya. (Umar Robbani)








