Bandar Lampung (Lampost.co) -– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi. Potensi gelombang tinggi ini terjadi pada sejumlah Perairan Lampung.
Informasi ini tertuang dalam surat BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Panjang bernomor B/ME.01.02/PDGT/15/KLMP/XI/2025. Peringatan ini berlaku sejak 16 November 2025 pukul 07.00 WIB hingga 19 November 2025 pukul 07.00 WIB.
Kemudian BMKG menjelaskan bahwa pola angin wilayah perairan Provinsi Lampung umumnya bergerak dari arah Barat Daya hingga Barat Laut. Sementara kecepatan angin perkiraannya berada pada kisaran 2 hingga 25 knot.
“Kecepatan tertinggi berpotensi terjadi pada Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan Lampung, Teluk Lampung bagian Selatan. serta Perairan Timur Lampung bagian Selatan,” kata Prakirawan BMKG, Amalia Khoirunnisa dalam siarannya, Sabtu, 15 November 2025.
Kondisi angin yang cukup kuat tersebut menjadi pemicu utama meningkatnya tinggi gelombang sejumlah wilayah perairan. BMKG menyebutkan bahwa gelombang dengan ketinggian 1.25 hingga 2.5 meter berpotensi terjadi pada Perairan Teluk Lampung bagian Utara dan Perairan Teluk Lampung bagian Selatan.
Sementara gelombang yang lebih tinggi, yakni 2.5 hingga 4 meter perkiraannya terjadi pada Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung.
Kategori ini termasuk gelombang tinggi yang dapat mengganggu aktivitas pelayaran, terutama pada jalur kapal-kapal besar dan rute penyeberangan.
Imbauan Keselamatan Pelayaran
Kemudian BMKG Maritim Panjang memberikan sejumlah himbauan keselamatan bagi pengguna transportasi laut. Pertama perahu nelayan, perlu menghindari operasi apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan gelombang mencapai 1,25 meter.
Kapal tongkang, berisiko terganggu jika angin mencapai 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter. Kapal ferry, waspada apabila angin mencapai 21 knot dan gelombang berada pada kisaran 2,5 meter.
Selanjutnya BMKG menegaskan bahwa keselamatan pelayaran perlu menjadi prioritas. Ini mengingat kondisi angin dan gelombang diperkirakan masih fluktuatif selama periode prakiraan.
Kemudian BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator kapal untuk tetap memperbarui informasi cuaca laut melalui kanal resmi BMKG. Perubahan kondisi cuaca dapat terjadi sewaktu-waktu. Sehingga kewaspadaan menjadi kunci untuk menghindari risiko kecelakaan laut.








