Bandar Lampung (lampost.co)–Keberlanjutan rute penerbangan langsung (direct flight) Lampung–Malaysia kini menjadi sorotan serius di kursi legislatif. Anggota DPRD Provinsi Lampung, Yusnadi, menegaskan bahwa rute internasional ini bukan sekadar fasilitas mobilitas, melainkan pertaruhan harga diri Bandara Radin Inten II sebagai gerbang internasional serta jalur urat nadi ekonomi daerah.
Yusnadi memperingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung agar tidak membiarkan rute strategis ini kembali “mati suri”. Ia menekankan bahwa tanggung jawab menjaga keterisian penumpang (traffic) tidak boleh sepenuhnya dipikul oleh pihak swasta atau asosiasi perjalanan wisata.
“Kita apresiasi keberanian asosiasi pariwisata membuka kembali akses ini. Namun, Pemprov harus hadir memberikan dukungan nyata, baik lewat regulasi, promosi masif, maupun insentif pasar. Jangan sampai ini hanya euforia sesaat yang berhenti karena kurangnya dukungan kebijakan,” tegas Yusnadi, Selasa, 10 Februari 2026.
Akselerasi Ekspor UMKM
Politisi ini menyoroti bahwa manfaat penerbangan langsung ke Kuala Lumpur memiliki dampak ganda (multiplier effect). Selain sektor pariwisata, rute ini merupakan jalur ekspres bagi produk unggulan UMKM Lampung seperti kopi, kain tapis, dan komoditas pertanian untuk menembus pasar global dengan biaya logistik yang lebih kompetitif.
“Orientasinya harus diperluas. Bukan hanya orang yang terbang, tapi produk dagangan kita juga harus terbang ke Malaysia. Dengan direct flight, biaya pengiriman terpangkas dan produk Lampung akan jauh lebih kompetitif di pasar internasional,” imbuhnya.
Guna memastikan keberlangsungan rute, Yusnadi meminta Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata segera melakukan evaluasi mendalam bersama pihak maskapai. Ia mengusulkan pembuatan paket perjalanan terintegrasi dan penyelenggaraan event berskala internasional di Lampung untuk menarik minat warga Malaysia.
Yusnadi juga memberikan lampu hijau dari sisi fungsi penganggaran di legislatif. “Kuncinya adalah membentuk pasar. DPRD siap mendukung dari sisi penganggaran promosi asalkan ada rencana kerja yang jelas, terukur, dan fokus pada upaya mempertahankan status bandara internasional kita,” pungkasnya.
Dengan sinergi ini, diharapkan target kunjungan wisatawan mancanegara dan peningkatan volume ekspor daerah dapat tercapai, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi masyarakat Lampung.








