IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Rabu, 15/04/2026 15:59
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Program Populis Bebani Fiskal Negara hingga Defisit APBN 2025

Selain defisit, pendapatan negara dan penerimaan pajak mengalami penurunan signifikan pada awal 2025.

EffranbyEffran
17/03/25 - 16:15
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Siswa SD di Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) menerima program makanan bergizi gratis yang mulai diluncurkan pada Senin (6/1). Program populis dari Presiden Prabowo itu dinilai menjadi salah satu pemicu defisit APBN di awah 2025. DOK MI

Siswa SD di Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) menerima program makanan bergizi gratis yang mulai diluncurkan pada Senin (6/1). Program populis dari Presiden Prabowo itu dinilai menjadi salah satu pemicu defisit APBN di awah 2025. DOK MI

Jakarta (Lampost.co) — Defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) mencapai Rp31,2 triliun hingga 28 Februari 2025, atau setara 0,13 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Nilai itu menjadi kali pertama sejak 2021 APBN kembali mencatat defisit. Pada periode yang sama tahun lalu, APBN masih surplus Rp 26,04 triliun.

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai defisit itu menandakan 2025 bukan tahun fiskal yang biasa. Bahkan, defisit bisa membengkak hingga Rp 800 triliun atau sekitar 3 persen dari PDB jika tidak ada reformasi fiskal.

“Jika reformasi fiskal tidak ada, Indonesia berisiko mengalami defisit berkepanjangan, utang membesar, dan ruang fiskal semakin sempit,” ujar Achmad.

Menurutnya, pemerintah harus segera menata ulang prioritas belanja negara. Program dengan anggaran besar, seperti makan siang gratis, perlu ada evaluasi dalam kerangka keberlanjutan fiskal.

Selain defisit, pendapatan negara dan penerimaan pajak mengalami penurunan signifikan pada awal 2025. Data APBN KiTa edisi Februari 2025 mencatat pendapatan negara baru mencapai Rp316,9 triliun (10,5 persen dari target), turun 20,85 persen dari Februari 2024 yang mencapai Rp400,4 triliun.

Sementara itu, penerimaan pajak Rp187,8 triliun yang anjlok 30,19 persen dari Rp269,02 triliun pada Februari 2024.

Dia menyebut sistem Coretax, yang seharusnya meningkatkan efisiensi pajak, justru menimbulkan kendala. Banyak wajib pajak kesulitan melaporkan dan membayar pajak sehingga penerimaan pajak menurun.

Sementara, belanja negara masih tinggi yang mencapai Rp348,1 triliun atau 9,6 persen dari target. Walau lebih rendah dari Februari 2024 yang mencapai Rp374,32 triliun, tekanan fiskal tetap besar karena kebutuhan belanja sosial dan subsidi tidak bisa tertunda.

Rekomendasi Kebijakan untuk Menyelamatkan Fiskal

Dia turut memberikan rekomendasi tiga langkah utama agar APBN tidak semakin tertekan. Pertama, audit independen Coretax guna memastikan sistem perpajakan tidak menghambat penerimaan negara.

Lalu evaluasi belanja negara, fokus pada program yang berdampak langsung bagi rakyat miskin dan pemulihan ekonomi. “Kemudian diversifikasi sumber pendapatan, termasuk optimalisasi dividen BUMN dan efisiensi aset negara,” ujar dia.

Menurutnya, defisit APBN yang muncul sejak awal 2025 menunjukkan tantangan besar dalam pengelolaan fiskal. Untuk itu, Pemerintah perlu menata ulang belanja, mengoptimalkan penerimaan pajak, dan mencari sumber pendapatan baru untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Tags: Apbn 2025beban utangbelanja negaradefisit APBNdefisit fiskalEkonomi IndonesiaKebijakan fiskalpendapatan pajakpenerimaan negarareformasi fiskal
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Perusahaan pengolahan nanas terintegrasi, Great Giant Foods, diharapkan terus berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional, khususnya melalui peningkatan ekspor produk hortikultura.

Great Giant Foods Terus Kembangkan Industri Nanas dari Lampung untuk Dunia

byNur
15/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) --– Perusahaan pengolahan nanas terintegrasi, Great Giant Foods, harapannya terus berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar bagi...

Ilustrasi. Harga kantong plastik melambung sejak awal April 2026.

Apa itu Nafta? Komponen dalam yang Plastik yang Membuatnya Harganya Melonjak

byEffran
15/04/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Kelangkaan nafta mulai menekan industri plastik di Indonesia. Pasokan yang terganggu membuat harga berbagai produk plastik naik...

Sejumlah pabrik besar terutama di sektor padat karya di Indonesia berencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan dan buruh pada 2025.

10 Perusahaan Berencana PHK Massal, Dampak Perang Global Mulai Terasa

byEffran
15/04/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) kini bukan lagi sekadar spekulasi. Tanda-tanda awal mulai terlihat di sejumlah perusahaan...

Berita Terbaru

Perusahaan pengolahan nanas terintegrasi, Great Giant Foods, diharapkan terus berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional, khususnya melalui peningkatan ekspor produk hortikultura.
Bandar Lampung

Great Giant Foods Terus Kembangkan Industri Nanas dari Lampung untuk Dunia

byNur
15/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) --– Perusahaan pengolahan nanas terintegrasi, Great Giant Foods, harapannya terus berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar bagi...

Read moreDetails
Indy Barends

Indy Barends Klarifikasi Video Viral Sang Anak

15/04/2026
julia perez

Sri Wulansih Minta Raffi Ahmad Beli Apartemen Julia Perez Demi Hal Ini

15/04/2026
Hilirisasi Jadi Fondasi Kedaulatan Ekonomi Lampung

Hilirisasi Jadi Fondasi Kedaulatan Ekonomi Lampung

15/04/2026
Inara Rusli

Inara Rusli Siap Jalani Pemeriksaan Polisi Besok Terkait Laporan Wardatina Mawa

15/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

 

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.