Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Indonesia menunjukkan keseriusan menjaga kelestarian lingkungan dengan mengalokasikan anggaran sebesar 120 juta dolar AS atau sekitar Rp2 triliun untuk konservasi, pengembangan, serta pemeliharaan Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung.
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan pendanaan besar tersebut sebagai bukti nyata komitmen pemerintah melindungi kawasan konservasi strategis nasional.
“Pernyataan ini menegaskan keseriusan pemerintah. Pemerintah tidak sekadar menyampaikan wacana, tetapi juga menyalurkan pendanaan konkret. Pemerintah mengalokasikan 120 juta dolar AS khusus untuk Way Kambas,” ujar Hashim.
Taman Nasional Way Kambas dikenal sebagai salah satu kawasan konservasi terpenting Indonesia.
Kawasan ini menjadi habitat utama gajah Sumatra, badak Sumatra yang terancam punah. Serta beragam flora dan fauna langka lain yang memiliki nilai ekologis tinggi.
Baca juga : Ahli Soroti Kualitas Fisik hingga Ancaman Penyusutan Habitat Gajah
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan langsung komitmen anggaran tersebut dalam pertemuan bersama Raja Inggris Charles III Lancaster House, London, Januari lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menegaskan kesungguhan Indonesia menjaga kelestarian alam.
Hashim juga menekankan bahwa pemerintah mengalokasikan seluruh pendanaan dari anggaran dalam negeri, bukan dari bantuan atau donor internasional.
“Pemerintah Indonesia benar-benar menjalankan komitmen yang disampaikan kepada dunia internasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hashim menyoroti pentingnya langkah tersebut di tengah tantangan besar sektor kehutanan nasional.
Selama 10 hingga 15 tahun terakhir, pihak tidak bertanggung jawab menguasai sekitar 4 juta hektare hutan lindung dan taman nasional secara ilegal untuk perkebunan kelapa sawit.
“Kondisi ini menunjukkan betapa krusial komitmen kuat pemerintah. Alokasi anggaran untuk Way Kambas menjadi bukti kesungguhan Presiden Prabowo dan pemerintah melindungi lingkungan hidup Indonesia,” pungkas Hashim.








