• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 30/01/2026 03:32
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Waspada! Ini 5 Dampaknya Jika Kamu Melewatkan Waktu Makan

Melewatkan waktu makan akan berdampak terhadap kesehatan.

Ricky MarlyMedcombyRicky MarlyandMedcom
30/10/24 - 17:44
in Kesehatan
A A
menu sarapan

Ilustrasi (dok. pixabay.com)

Jakarta (Lampost.co) — Banyak dari kita yang sering melewatkan waktu makan. Alasannya pun bermacam-macam, mulai dari kesibukan, ada yang ingin menurunkan berat badan secara singkat, dan mengalami stres hingga depresi. Selain itu ada yang merasa belum lapar saat waktu makan tiba.

Namun yang harus kamu ketahui, melewatkan waktu makan itu tidak baik.

 

Apa saja dampak jika melewatkan waktu makan?

Melewatkan waktu makan akan berdampak terhadap kesehatan. Menurut ahli gizi Shruti K Bhardwaj dalam Healthshots, adapun beberapa dampaknya, yakni:

1. Metabolisme melambat

Melewatkan makan dapat memperlambat laju metabolisme karena tubuh masuk ke mode konservasi, menahan lemak alih-alih membakarnya untuk energi. Hal ini dapat mempersulit penurunan atau pengelolaan berat badan seiring berjalannya waktu.

Baca Juga:

Lewatkan Sarapan Bisa Membuat Berat Badan Turun! Mitos atau Fakta?

Dalam sebuah analisis tahun 2021 yang terbit dalam jurnal Nutrients, adanya hubungan antara melewatkan sarapan dan berat badan. Para peneliti melihat bahwa orang yang melewatkan sarapan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

 

2. Tingkat energi rendah

Makanan mengandung glukosa yang akan mengubah menjadi energi. Tanpa makan teratur, kamu mungkin mengalami kelelahan, kelemahan, dan penurunan fungsi kognitif. Hal ini dapat memengaruhi produktivitas di tempat kerja.

 

3. Perubahan suasana hati

Kadar gula darah dapat turun jika kamu melewatkan sarapan, makan siang, atau makan malam. Hal ini dapat menyebabkan mudah tersinggung serta perubahan suasana hati.

Kamu juga mungkin mengalami kesulitan berkonsentrasi di tempat kerja. Kemudian merasa cemas atau bahkan agresif karena kurangnya nutrisi yang mencapai ke otak. Ini tentunya akan mengubah produktivitas kamu.

 

4. Masalah pencernaan

Melewatkan makan dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti kembung, mual, dan refluks asam lambung. Pola makan yang tidak teratur mengganggu proses pencernaan yang menyebabkan ketidaknyamanan dan terkadang nyeri.

Hal ini juga dapat menurunkan risiko sindrom iritasi usus besar. Hal ini merupakan kondisi pencernaan umum yang dapat menyebabkan kram perut, kembung, dan sembelit.

 

5. Meningkatnya risiko penyakit kronis

Melewatkan makan secara terus-menerus dapat menyebabkan resistensi insulin, regulasi gula darah yang buruk, dan peradangan. Seiring waktu, hal ini meningkatkan risiko timbulnya kondisi kronis seperti diabetes tipe 2 dan sindrom metabolik.

Jika kamu melewatkan makan, terutama sarapan, risiko diabetes tipe 2 akan meningkat. Hal ini telah terungkapkan dalam penelitian yang terpublikasikan dalam The Journal of Nutrition pada tahun 2019.

 

Bagaimana cara agar tidak melewatkan makan?

Untuk menjaga pola hidup sehat, penting untuk memprioritaskan waktu makan yang teratur. Berikut ini beberapa tips agar tidak melewatkan waktu makan, yakni:

– Rencanakan dan persiapkan makanan terlebih dahulu. Hal ini karena memiliki pilihan makanan sehat yang telah siap sebelumnya akan memudahkan kamu dalam menyantapnya.

– Gunakan alarm ponsel untuk mengingatkan jadwal makan.

– Lakukan pengelolaan stres untuk menurunkan risiko stres berlebih.

– Tetaplah terhidrasi.

– Jika tak bisa mengonsumsi banyak makanan tiga kali sehari, lakukan secara sering dalam porsi lebih kecil.

Tags: KESEHATANlaparmakanwaktu makanWASPADA
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini virus Nipah belum terdeteksi di Indonesia.

Wamenkes Pastikan Virus Nipah Belum Masuk Indonesia

byNur
29/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini virus Nipah belum terdeteksi di Indonesia. Kepastian tersebut yang menyampaikan Wakil Menteri...

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran lebih luas virus Nipah

WHO Buka Suara soal Wabah Nipah di India, Ini Risiko Penyebarannya

byNur
28/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran lebih luas virus Nipah dari klaster kasus terbaru di India masih...

Bocah 2 Tahun di Inggris Kehilangan Penglihatan Akibat Virus Herpes.Dok

Bocah 2 Tahun di Inggris Kehilangan Penglihatan Gegara Dicium Sembarangan

byNur
22/01/2026

Inggris (Lampost.co)--– Sebuah kisah memilukan datang dari Inggris, ketika seorang bocah laki-laki berusia dua tahun harus kehilangan penglihatan pada salah...

Berita Terbaru

Penghargaan Ombudsman Jadikan Pelayanan Publik Nyata Dirasakan Masyarakat
Lampung

Penghargaan Ombudsman Jadikan Pelayanan Publik Nyata Dirasakan Masyarakat

byRicky Marlyand1 others
29/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengamat Kebijakan Publik, Dedy Hermawan, menilai penghargaan opini tertinggi yang diraih Pemprov Lampung dari Ombudsman RI...

Read moreDetails
Ketua Eksekutif Kota LMND Bandar Lampung, Marco Fadhillah.

LMND Bandar Lampung Dukung SMA Siger Jadi Solusi Tekan Angka Putus Sekolah 2026

29/01/2026
BKSDA Dorong Pemberdayaan Warga Penyangga Kawasan Konservasi Lampung

BKSDA Dorong Pemberdayaan Warga Penyangga Kawasan Konservasi Lampung

29/01/2026
BKSDA Nilai Lampung Perlu UPT Khusus untuk Kawasan Konservasi

BKSDA Nilai Lampung Perlu UPT Khusus untuk Kawasan Konservasi

29/01/2026
Pemprov Lampung Dorong Pembentukan UPT Khusus untuk Perkuat Konservasi

Pemprov Lampung Dorong Pembentukan UPT Khusus untuk Perkuat Konservasi

29/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.