Bandar Lampung (Lampost.co): Kelas Migran Vokasi mendapatkan respons baik dari berbagai pihak. Bahkan, sejumlah sekolah swasta telah menyampaikan ketertarikannya untuk membuka kelas tersebut.
Wakil Gubernur Lampung, dr Jihan Nurlela mengungkapkan, saat ini Kelas Migran Vokasi untuk SMA dan SMK milik pemerintah. Namun, menurutnya, setelah sosialisasi banyak sekolah swasta yang juga ingin bergabung.
Atas aspirasi itu saat ini pemerintah sedang mengkaji kemungkinan pelaksanaan Kelas Migran Vokasi di sekolah swasta. Menurutnya, hal itu juga penting untuk membuka kesempatan bagi peserta didik yang terdaftar di sekolah swasta.
“Kami sedang mengkaji mekanismenya. Dari sisi fiskal, program ini bebannya tidak mungkin sepenuhnya kepada pemerintah, baik APBN maupun APBD. Karena itu, kami memikirkan pola bagi sekolah swasta yang berminat,” ujarnya, Kamis, 4 Desember 2025.
Saat ini pelaksanaan Kelas Migran Vokasi sepenuhnya dari APBD khususnya bagi siswa kelas 12. Bahkan, pemerintah juga telah menyiapkan mekanisme pinjaman di Bank Lampung. Hal itu untuk membiayai kebutuhan pembuatan visa, paspor, tempat tinggal, dan kebutuhan hingga bekerja.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Thomas Amirico menyampaikan, sementara ini program unggulan Pemprov Lampung itu telah berjalan di 93 dari 240 sekolah yang menjadi target. Secara total, ada 2.658 siswa yang saat ini sudah mulai mengikuti program tersebut.
“Sementara itu, lebih dari 5.000 siswa lainnya sedang menunggu giliran. Perkiraannya mulai mengikuti pembelajaran pada bulan ini,” kata dia.
Thomas memastikan Pemprov Lampung akan terus memonitor proses pembelajaran, termasuk peningkatan kualitas pengajaran, kesiapan uji kompetensi, dan penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja Jepang.
Saat ini ada delapan sektor yang menjadi target penyaluran kerja di Jepang antara lain manufaktur, caregivery, konstruksi, perhotelan, dan perkebunan. Kemudian, perikanan, pengolahan makanan, dan sektor pekerjaan umum.
“Tahun ini beberapa perusahaan Jepang akan datang langsung ke Lampung untuk melihat proses pembelajaran dan menyiapkan rekrutmen. Kita berharap siswa yang siap bisa langsung terserap,” ujarnya.







