Bandar Lampung (Lampost.co) — Angin senja berhembus lembut di balkon kafe sekitar Jalan Jend Sudirman, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, Jumat, 21 November 2025. Di hadapan matahari yang berangsur tenggelam di ufuk barat, Haliza menatap layar ponsel dengan ditemani segelas kopi.
Wanita 25 tahun itu sesekali tersenyum sambil memandangi lalu-lalang kendaraan dari ketinggian bangunan kedai kopi itu. Tawa simpulnya bukan berasal dari sesuatu yang lucu pada lalu lintas jalan raya. Namun, hal yang menggelikan hati pemuda tersebut bersumber dari kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam fitur aplikasi MyTelkomsel Super App.
Pasalnya, AI bernama Veronika dari Telkomsel memiliki fitur dalam bahasa Korea dengan kata ‘saranghae’ yang artinya ‘aku cinta kamu’. Kalimat tersebut mengingatkan penggemar K-Pop itu pada ungkapan pasangan kekasih di drama Korea yang kerap ditontonnya.
“Asyik juga Veronika ini karena menamakan fitur chat-nya dengan bahasa Korea yang biasanya didengar di drakor-drakor romantis,” kata Liza.
Dia menemukan fitur tersebut dari avatar wanita berambut pendek di pojok kanan atas aplikasi. Sosok bergaya casual mengenakan sweater biru terpampang sebagai personal asisten berbasis AI untuk pelanggan.
Avatar tersebut mengantarkan pelanggan masuk ke halaman yang didominasi warna biru muda dengan gradasi halus. Dekorasinya memiliki pola garis-garis bergelombang yang membuat tampilan menjadi estetik.
Latar belakang dari fitur chatbot dan advance searching tersebut terpampang dua bangunan khas Korea. Di sebelah kiri layar ponsel terdapat ilustrasi bangunan tinggi, ramping, dengan antena merah putih, yang sangat mirip N Seoul Tower atau Menara Namsan sebagai ikon terkenal di Seoul.
Sementara di sebelah kanan tergambar bangunan bertingkat dengan atap melengkung khas arsitektur negeri ginseng, seperti hanok atau paviliun tradisional Korea. Tampilan tersebut memberikan nuansa Korea secara visual.
Di balik motif tersebut, konsumen bisa langsung mendapatkan layanan cepat untuk menjawab berbagai kebutuhan dari asisten virtual tersebut melalui pusat bantuan frequently asked questions (FAQ), baik pelanggan prabayar maupun Orbit.
FAQ itu menyediakan solusi dari informasi terkait persoalan kartu SIM, bundling ponsel, pulsa dan paket, serta jaringan dan konektivitas. Pelanggan bisa makin cepat mendapatkan informasi dengan mengetikkan kata kunci dari layanan yang dibutuhkan di kotak pencarian sehingga akan langsung muncul jawabannya.
AI yang menggunakan akses GenAI by Microsoft Azure OpenAI tersebut juga berperan sebagai customer service virtual untuk konsumen. Sebab, memberikan pelayanan cepat selama 24 jam tanpa henti, seperti reservasi Grapari, daftar IndiHome, beli kartu perdana, ganti kartu ke koneksi 4G, dan beli modem Orbit.
Sementara itu, Liza memilih layanan eSIM Simpati karena smartphone yang digunakannya telah mendukung perangkat tersebut. Dia pun langsung diarahkan ke dalam halaman pemesanan eSIM dan rampung dalam waktu singkat dengan nomor kontak yang bisa dipesan sesuka hati.
Usai menggunakan layanan tersebut, dia makin penasaran dengan avatar Veronika yang berganti kostum berwarna merah, seperti hanbok yang merupakan pakaian khas Korea. Fitur tersebut mengarahkannya ke dalam menu chatbot.
Percakapan itu langsung tertuju dalam pembahasan berbagai produk Telkomsel, mulai dari Halo, Simpati, Telkomsel One, IndiHome, Orbit, video, games, musik, hingga device. “Tapi, fitur Saranghae ini unik dan menarik saya untuk mengekliknya,” ujarnya.
Dia menilai asisten virtual tersebut menggunakan gaya bahasa lebih humanis dan alami layaknya berinteraksi dengan manusia. Hal itu membuat obrolan terasa lebih mengalir dan ekspresif sehingga menjadikan komunikasi makin hidup.
“Balasan chat AI cepat dan langsung pada poinnya sehingga lebih efektif dan tidak perlu banyak scroll atau melakukan pencarian di berbagai web. Apalagi sedang ada tema Korea sehingga lebih dekat dengan pengguna yang menyukai K-wave, seperti K-pop dan drakor,” kata dia.
Nuansa Korea yang kental dalam fitur AI tersebut seiring kampanye program Saranghae Korea dari Telkomsel. Event tersebut sebagai loyalty undian berhadiah yang tersedia secara eksklusif bagi pengguna MyTelkomsel selama 1 Oktober—31 Desember 2025. Hadiah utama program tersebut berupa 15 paket liburan ke Korea Selatan.
Pelanggan dapat mengikuti program itu dengan mengumpulkan kupon undian melalui aktivitas pembelian paket, main di GameHub, dan Stamp Berhadiah, serta mengikuti UGC challenge dengan membuat video dubbing adegan K-Drama favorit di tiktok.
Selain dari aplikasi MyTelkomsel, layanan AI Vero juga bisa pelanggan gunakan melalui berbagai platform lainnya, seperti website Telkomsel (www.telkomsel.com), website khusus chat veronica (tsel.me/chatva), Facebook Messenger (tsel.me/facebookVA), Telegram (tsel.me/telegramVA), dan WhatsApp (tsel.id/vawa).
Hemat dan Memacu Produktivitas
Setelah beberapa menit mengobrol dengan Veronika, Liza sejak awal juga berniat memasang paket khusus terbaru dari operator telekomunikasi tersebut, yaitu promo bundling ChatGPT Go. Paket yang meluncur sejak awal November 2025 itu menyediakan konektivitas dan langganan AI pertama di Asia Tenggara.
Wanita yang merupakan freelance desain grafis itu bisa menikmati pengalaman menggunakan AI secara premium dengan fitur lebih lengkap dan harga lebih murah untuk mendukung pekerjaannya. Dia cukup membeli paket khusus AI hanya Rp50 ribu yang sudah lengkap dengan kuota data 3 gigabyte (GB) dan akses eksklusif ChatGPT Go yang umumnya harus membayar Rp75 ribu per bulan.
Akses berlangganan ChatGPT Go itu bisa dengan menggunakan pulsa, QRIS, Telkomsel Smartpay, e-wallet, rekening bank, dan kartu kredit. Metode pembayaran itu mempermudah konsumen untuk berlangganan daripada upgrade OpenAI pada umumnya yang hanya menggunakan kartu kredit. Selanjutnya pelanggan hanya perlu klaim voucher via SMS, login ke aplikasi ChatGPT, dan atur metode pembayaran default untuk aktivasi otomatis.
Selain ChatGPT Go, Telkomsel sebelumnya juga meluncurkan paket khusus AI Perplexity Pro sejak akhir Mei 2025. Promo tersebut memiliki dua pilihan harga, yaitu Rp50 ribu mendapatkan kuota 1 GB dan Rp100 ribu yang memberikan bonus data internet hingga 3 GB. Kedua pilihan itu secara otomatis langsung bisa untuk mengakses Perplexity premium yang jauh lebih hemat dari harga normal 20 dolar AS per bulan.
Paket bundling tersebut sangat menguntungkan pelanggan. Sebab, pengguna ChatGPT Go bisa menikmati fitur GPT-5 tanpa batas pesan, pembuatan gambar, dan unggah file hingga 10 kali lebih banyak daripada versi gratis. Selain itu, menawarkan memori percakapan dua kali lebih panjang sehingga setiap interaksi terasa lebih personal dan responsif.
Sementara dari Perplexity Pro, pengguna bisa melakukan lebih dari 300 pencarian per hari dan akses ke model AI mutakhir, seperti GPT-4 Omni, Claude 3.5 Sonnet and Haiku, Sonar Large, Grok-2, Gemini 2.0 Flash, OpenAI o3-mini, DeepSeek R1. Bahkan, unggah file menjadi tanpa batas, seperti PDF, CSV, foto, dan pembuatan gambar.
“Promo paket khusus AI ini sangat membantu dalam bekerja karena melakukan chat tanpa batas, membuat sampai lebih dari 50 gambar per hari, dan upload file bisa lebih banyak,” kata Liza.
Dia mengaku banyak menggunakan AI, khususnya ChatGPT untuk menyelesaikan pekerjaan dari kliennya, seperti membuat poster, branding, user interface (UI) dan user experience (UX), dan animasi motion. Tugas-tugas itu mulai dari membuat konsep, generate SVG/code visual, image prompt, color palette dan rekomendasi tipografi, hingga kritik dan umpan balik dari klien, serta motion graphics.
Dari serangkaian kegiatan untuk satu proyek tersebut kerap menghabiskan waktu selama 2—3 hari. Namun, kliennya kerap menuntut deadline cepat dan banyak revisi sehingga membuatnya menjadi langganan begadang setiap malam.
Meski begitu, berlangganan ChatGPT Go bisa memotong waktu produksi hingga 70 persen atau selesai dalam sehari. Terlebih, cara berlangganan platform AI tersebut kini lebih mudah dan hemat dengan adanya paket bundling dari Telkomsel. Adanya paket khusus itu juga membuat pelanggan bisa menikmati pengalaman ChatGPT Go dengan koneksi lebih stabil dan responsif.
“ChatGPT juga kasih umpan balik visual dan ide-ide dari sepanjang chat sehingga bisa untuk membuat tiga proyek sekaligus. Kelebihan itu membuat kerja jadi lebih produktif, efektif, dan efisien,” kata dia.
Tetap Online dalam Jaringan Sibuk
Sementara pengalaman digital yang berbeda dirasakan Rangga Permana yang menikmati konser Blackpink di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 2 November 2025 lalu. Berdasarkan rekaman video pria Jakarta Selatan itu, penampilan megah artis internasional tersebut menghibur puluhan ribu penggemarnya di Indonesia.
Sorakan dan teriakan nyanyian penonton menggema di setiap sudut stadion terbesar di Indonesia itu selama dua hari pertunjukan. Kerlap-kerlip cahaya kamera ponsel yang berlomba mengabadikan hari kedua konser grup vokal perempuan asal Korea tersebut ikut menghiasi lokasi perhelatan. Puluhan ribu Blink, sebutan fans Blackpink, pada hari itu bersemangat membagikan momen dengan mengunggah langsung pertunjukan empat penyanyi wanita tersebut yang tampil di atas panggung besar.
Begitu pula Rangga yang tidak ketinggalan memposting momen menonton langsung penampilan megabintang Korea itu ke media sosial (medsos) dan WhatsApp. “Upload real time foto dan video singkat lancar selama konser,” kata bankir tersebut.
Namun, dia mengaku tidak bisa siaran langsung di medsosnya walaupun jaringan internet Telkomsel selama konser berlangsung lancar dan tidak pernah terputus. Meski begitu, dia masih bisa membagikan foto, mengirim pesan ke grup WhatsApp Blink, hingga mencari sejumlah lirik lagu terbaru yang belum dihafalnya di peramban web.
Kondisi itu berbeda dibandingkan konser Blackpink pada 2023 lalu yang sulit tersambung koneksi internet. Hal tersebut akibat penggunaan internet yang ramai dalam satu lokasi meski hanya konser dalam skala kecil. “Beda banget dengan beberapa tahun lalu sinyal sampai drop. Tapi, sekarang lancar bahkan masih bisa browsing dan upload foto, padahal di dalam konser sebesar ini,” ujar Rangga.
Jaringan Mandiri
Di tengah kestabilan jaringan internet itu, tanpa penonton sadari ada jaringan Telkomsel yang bekerja keras demi memastikan layanan untuk pelanggan tetap lancar. Semua itu berkat autonomous network sebagai teknologi jaringan berbasis AI dan machine learning yang dapat melakukan pengaturan, deteksi masalah, perbaikan, serta peningkatan jaringan secara langsung dan mandiri atau tanpa campur tangan manusia.
Penerapan teknologi itu membuat operasional jaringan Telkomsel mencapai level kemandirian dari sisi kesadaran diri (self awareness), analisis diri (self analysis), pengambilan keputusan sendiri (self decision), dan eksekusi (self execution). Upaya tersebut juga sebagai strategi perusahaan tersebut untuk meningkatkan kualitas 5G dan layanan digital di Indonesia.
Implementasi autonomous network yang diluncurkan pada 2023 itu termasuk dalam rangkaian Hyper AI yang dikampanyekan Telkomsel untuk seluruh aspek bisnis, mulai dari perencanaan dan operasional jaringan hingga menyediakan layanan untuk pengalaman konsumen yang lebih berkualitas.
Hal itu sekaligus menjadikan Telkomsel sebagai satu-satunya perusahaan telekomunikasi Indonesia yang menjadi pendiri autonomous networks di dunia bersama 12 perusahaan penyedia layanan telekomunikasi global dan 18 mitra teknologi. Bahkan, teknologi jaringan Telkomsel tersebut kini mencapai level 4 atau highly autonomous. Artinya, seluruh operasional jaringan hampir 100% mandiri dengan nilai tertinggi dari operator seluler lainnya, yaitu 3,57 dari 4.
Manager Network Operations and Productivity Lampung, Rizky Amrullah, menjelaskan autonomous network mentransformasi teknik pemetaan jaringan hingga melengkapi kunjungan langsung tim lapangan melalui AI model learning. Kondisi itu terjadi lewat AI yang mendeteksi gangguan sebelum terjadi, prediksi traffic otomatis, dan optimasi energi base transceiver station (BTS).
“Contohnya, konser di GBK atau peningkatan traffic data saat mudik lebaran atau natal dan tahun baru. AI otomatis mengubah setting, menaikkan daya BTS yang sibuk, ubah frekuensi, dan bagi bandwidth tanpa ada teknisi yang datang untuk setting manual,” ujar Rizky, kepada Lampost.co.
BTS juga akan menyesuaikan kebutuhan daya secara otomatis ketika penggunaan internet di suatu kawasan sedang terbilang rendah. Sistem tersebut membuat daya dari BTS menjadi beroperasi efisien dan efektif untuk dimanfaatkan pelanggan. “Jadi tidak ada daya yang berlebih dan tidak kurang juga,” ujarnya.
Hal tersebut turut menekan biaya dan peningkatan efisiensi operasional, serta menaikkan efektivitas kerja karyawan sehingga teknisi bisa berfokus pada pengembangan inovasi dan tugas yang lebih kompleks, bukan pemecahan masalah dasar. Penghematan energi tersebut menjadikan sistem jaringan yang ramah lingkungan karena rendah karbon dan mengurangi emisi. “Efisiensi sampai 30%,” kata dia.
Berdasarkan catatan Telkomsel, sistem AI tersebut mempercepat penanganan insiden gangguan hingga 53%. Hal itu membuat komplain pelanggan turun sampai 32% dalam dua tahun terakhir. Teknologi tersebut secara khusus teraplikasikan di sejumlah kota besar, khususnya Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Namun, pengembangan ke depannya akan terus meluas ke BTS-BTS seluruh Indonesia.
“Sistem yang efisien pasti terus diperluas karena membantu meningkatkan cakupan jaringan, mempertahankan kualitas jaringan, hingga memenuhi kebutuhan pelanggan secara lebih efektif,” ujarnya.
Sementara itu, Corporate Communication Telkomsel Regional Sumbagsel, Agus Winarto, mengatakan penerapan AI memberikan pengalaman digital lebih baik dan cepat, serta meningkatkan efisiensi operasional. Hal tersebut diwujudkan dalam bentuk layanan daring melalui asisten virtual Veronika yang memberikan pelayanan berdasarkan perintah dan pertanyaan pelanggan.
AI tersebut memberikan rekomendasi dan solusi secara detail terhadap produk yang paling sesuai kebutuhan pelanggan. “Semakin sering chat dengan Veronika akan membuatnya lebih paham konteks, minat, dan kebutuhan pelanggan saat berinteraksi,” kata Agus.
Untuk menambah gaya hidup digital konsumen dalam penggunaan AI terdapat pula paket khusus ChatGPT dan Perplexity. Inovasi paket kuota itu mendukung masyarakat untuk berlangganan kedua AI platform tersebut dengan harga lebih terjangkau dari biaya reguler.
Penggunaan paket khusus itu juga membuat pemakaian kuota data menjadi lebih efektif karena koneksi yang stabil. “Sederet fitur berteknologi AI ini sebagai rangkaian inovasi digital Telkomsel untuk memastikan pelanggan mendapatkan pengalaman layanan yang lebih efisien,” kata dia.








