Bandar Lampung (Lampost.co) — Pergerakan kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) masih terpantau tinggi pada fase arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Poin penting :
1. Arus balik libur Nataru yang melintas jalur tol cukup tinggi.
2. Meski meningkat, kondisi jalan tol cenderung normal.
3. Pihak tol mengimbau pengendara untuk waspada pada perjalanan.
Hingga periode 29 Desember 2025, volume lalu lintas sejumlah ruas utama mengalami peningkatan signifikan jika dengan kondisi normal.
PT Hutama Karya (Persero) mencatat, secara kumulatif total trafik harian pada ruas tol yang telah beroperasi mencapai 128.549 kendaraan.
Angka tersebut meningkat sebesar 44,61 persen dibandingkan trafik harian normal, meskipun telah terjadi penyesuaian volume bila dengan puncak arus mudik.
Pada ruas Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung (Terpeka), jumlah kendaraan tercatat sebanyak 15.383 unit atau meningkat 24,06 persen dari kondisi normal.
Sementara itu, Tol Palembang–Indralaya–Prabumulih (Palindra dan Indraprabu) sebanyak 15.595 kendaraan atau naik 26,81 persen.
Lonjakan trafik juga terjadi pada Tol Betung–Tempino–Jambi (Bayung Lencir–Tempino) dengan 8.069 kendaraan atau meningkat 83,59 persen.
Baca juga : JTTS Mulai Fase Arus Balik Natal dan Bersiap Mobilitas Tahun Baru
Tol Bengkulu–Taba Penanjung (Bengtaba), tercatat 2.139 kendaraan atau naik 25,68 persen jika dengan trafik normal.
Untuk wilayah Riau, Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) dilintasi 18.295 kendaraan atau meningkat 35,74 persen.
Sedangkan Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar mencatat 7.249 kendaraan atau melonjak 63,19 persen dari kondisi normal.
Berbeda dengan ruas lainnya, Tol Padang–Sicincin mencatat trafik sebanyak 1.480 kendaraan atau turun 33,27 persen dengan kondisi normal.
Penurunan ini karena terputusnya konektivitas dari arah Padang menuju Bukittinggi.
EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Mardiansyah, mengatakan pihaknya terus berupaya menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan selama periode libur Nataru.
“Kami memastikan kesiapan petugas, sarana pendukung, serta koordinasi lintas pihak agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman,” jelasnya.
“Kami juga mengimbau pengguna jalan untuk memeriksa kondisi kendaraan, memastikan pengemudi dalam kondisi prima, serta memanfaatkan rest area untuk beristirahat,” ujarnya.








