Jakarta (Lampost.co) – Penyanyi dunia Ed Sheeran baru saja mengungkap rahasia pribadinya kepada penggemar di Sydney. Ia mengaku sudah tidak memiliki ponsel sejak tahun 2015 silam. Ternyata, keputusan ekstrem ini berkaitan erat dengan gugatan hak cipta yang menimpanya.
Poin Penting
- Ed Sheeran berhenti menggunakan ponsel sejak tur Australia pada tahun 2015.
- Keputusan ini bermula dari gugatan hak cipta lagu Thinking Out Loud senilai 100 juta dolar AS.
- Polisi menyita ponsel sang penyanyi untuk memeriksa data pribadi sebagai barang bukti.
- Ed Sheeran kini hanya berkomunikasi melalui email untuk menjaga ketenangan hidupnya.
- Pengalaman tersebut menjadi inspirasi utama untuk lagu Old Phone di album Play.
Kala itu, seseorang menuduh Ed Sheeran menyalin lagu klasik milik mendiang Marvin Gaye. Oleh karena itu, ia harus menjalani proses hukum yang sangat panjang dan melelahkan. Ed Sheeran kemudian memberikan penjelasan langsung mengenai situasi sulit tersebut.
Baca juga : 5 Rekomendasi Film Korea Romantis Terbaik untuk Merayakan Hari Valentine
“Saya digugat atas sebuah lagu oleh seseorang yang mengatakan saya mencuri lagu mereka. Dan satu-satunya hal yang bisa saya lakukan, karena saya tidak melakukannya, adalah membawanya ke pengadilan dan membuktikan bahwa saya tidak bersalah,” ujar Ed Sheeran.
Ponsel Jadi Barang Bukti Pengadilan
Selama proses investigasi, penyidik mewajibkan Ed Sheeran untuk menyerahkan seluruh perangkat elektronik miliknya. Tim hukum memeriksa semua pesan singkat dan berkas pribadi di dalam ponsel tersebut. Meskipun situasi terasa sangat tegang, ia sempat melontarkan candaan kepada para penonton.
“Untung saja tidak ada hal aneh di dalamnya,” candanya.
Namun, pengalaman penggeledahan privasi tersebut rupanya meninggalkan bekas luka yang cukup dalam. Akibatnya, pelantun lagu Shape of You ini memutuskan untuk mematikan ponselnya secara total. Ia memilih berhenti menggunakan perangkat tersebut tepat saat menyelesaikan tur album Multiply di Australia.
“Saya tur di sini (Australia) untuk album Multiply pada 2015 dan saya ingat di akhir tur itu saya mematikan ponsel dan berpikir, ‘Saya tidak mau pakai ponsel lagi. Saya lalu beralih ke email dan sejak saat itu hanya menggunakan email,” jelasnya.
Inspirasi Karya dari Masa Lalu
Setelah bertahun-tahun mati, Ed Sheeran harus menyalakan kembali ponsel lamanya demi kepentingan pembuktian. Ia merasa seperti masuk ke dalam mesin waktu saat melihat memori lama. Selanjutnya, pengalaman emosional tersebut menginspirasi lahirnya lagu baru berjudul Old Phone.
Lagu tersebut masuk ke dalam daftar putar album terbarunya yang bertajuk Play (2025). Ed Sheeran memang selalu mengubah energi negatif menjadi sebuah karya seni yang indah. Baginya, menulis lagu merupakan cara terbaik untuk memahami setiap kejadian dalam hidup.
“Saya merasa setiap kali hal negatif terjadi dalam hidup saya, saya menulis lagu tentangnya dan itu membuat hal buruk itu terasa lebih masuk akal. Begitu juga dengan hal baik, saya juga menulis lagu tentangnya,” pungkasnya.








