Wisata Traveling Batu Kapal Memesona

Pemandangan yang disajikan di situs Batu Kapal di Pekon Way Harong, Kecamatan Airnaningan, Kabupaten Tanggamus. LAMPUNG POST/ARIS SUSANTO

BANYAK potensi destinasi wisata di Lampung yang belum tergali dan tersentuh oleh Dinas Pariwisata serta instansi terkait. Salah satunya situs Batu Kapal yang belum lama ini ditemukan warga Pekon Way Harong, Kecamatan Airnaningan, Kabupaten Tanggamus.
Gugusan batu besar yang berbentuk sebuah kapal jika dilihat dari kejauhan itu ditemukan sekitar Desember 2016. Hingga saat ini masyarakat di Pekon Way Harong masih terus menggali situs itu untuk menemukan bukti-bukti peradaban masa lampau.
Konon, pada dinding batu itu ada sebuah tulisan kuno. “Kami masih menggali, mencari tangga yang menuju situs kapal ini,” ujar Kepala Pekon Way Harong Rizal Pahalmansyah (40) di lokasi situs.
Gugusan Batu Kapal berada di ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan air laut tersebut di atasnya tumbuh subur sebuah pohon hutan berdiameter sekitar dua meteran. Pohon itu memiliki buah berwarna merah yang menggoda setiap pengunjung.
Dari atas Batu Kapal itu pula pengunjung bisa melihat indahnya panorama alam Tanggamus. Sayangnya Batu Kapal itu baru sebagian kecil yang berhasil dibuka oleh warga. Tempat ini cocok untuk traveling, selfie, dan foto prewedding.
Rizal menuturkan lokasi itu adalah miliknya dari turun-temurun. Kemudian dijual kepada petani, yaitu Sofri, untuk dijadikan kebun lada dan kopi.
Namun belakangan Sofri yang berniat membuka lebar lahan terkejut melihat sebuah batu besar yang di atasnya tumbuh pula subur pohon besar. “Saya enggak tahu nama pohon itu, sebagian warga di sini menyebutnya pohon kiara,” ujar dia.
Keunikan situs Batu Kapal, menurut Sulkhairi (48), salah satu tetua pekon, terdapat jendela yang mirip dengan jendela kapal zaman dahulu. Selain itu, ada rongga berbentuk pintu jika dilihat dari lembah.
Sebagian situs Batu Kapal terlihat menggantung dan ditopang oleh batu di bawahnya. Menurut warga Pekon Way Harong, situs tersebut ada kaitannya dengan situs Batu Bedil di Pekon Batubedil, Airnaningan.
Untuk menuju Batu Kapal, pengunjung bisa mengendarai mobil atau sepeda motor. Dari Pekon Way Harong pengunjung bisa mengendarai mobil menuju tepian bukit dan memarkir di halaman rumah penduduk. Kemudian mengendarai sepeda motor menanjak sekitar 300-an meter. Dari atas puncak bukit itu terlihat panorama yang indah, apalagi saat menjelang petang atau di pagi hari. Cukup ekstrem bagi penggemar traveling.
Kepala pekon berharap situs cagar budaya ini ditindaklanjuti oleh Dinas Pariwasata, baik kabupaten maupun provinsi agar mengembangkan potensi desa yang menjadi ikon Pekon Way Harong. “Kami akan upayakan untuk membuka destinasi ini dengan harapan pengunjung mendapatkan edukasi dan pengetahuan tentang situs cagar budaya Batu Kapal,” ujarnya.
Dengan terbukanya destinasi tersebut, diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan peluang usaha, seperti jasa ojek dan berjualan makanan kecil. Selain itu, penduduk pun bisa menyewakan kamar-kamar bagi pengunjung dari luar kota yang bermalam.