Trump: Intelijen Amerika Memalukan!

Donald Trump dalam konferensi pers perdananya (Foto: AFP)

New York -- Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, kebocoran laporan dari intelijen membuat sejumlah media AS melaporkan berita yang tak berdasar.

"Saya pikir itu memalukan, memalukan bahwa badan intelijen memperbolehkan informasi yang ternyata begitu palsu. Saya pikir itu memalukan, dan saya mengatakan bahwa itu sesuatu yang Nazi Jerman lakukan," kata Trump pada konferensi pers perdananya di Trump Tower, seperti dikutip Guardian, Kamis (12/1/2017).

Dan untuk pertama kalinya, Trump mengakui bahwa Rusia mungkin meretas Komite Nasional Partai Demokrat dan email dari para petinggi Partai Demokrat lainnya selama pemilihan presiden AS kemarin.

"Saya pikir itu adalah Rusia," tegasnya. Dan ia menegaskan hal itu tidak akan terjadi lagi.

Trump menegaskan, Rusia seharusnya tak melakukan hal ini. Ia pun berjanji, Rusia akan lebih menghormati Amerika Serikat yang ada di bawah pimpinannya.

"Namun, negara-negara lain juga meretas pemilu AS. Saya punya tujuan membangun hubungan yang lebih baik dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin," lanjutnya.

Disinyalir, komentar Trump ini akan berpotensi memunculkan ketegangan baru antara badan intelijen AS dan dirinya sendiri.

Awalnya, ia meremehkan kesimpulan badan intelijen AS bahwa peretasan oleh pemerintah Rusia bertujuan untuk meningkatkan pencalonannya melawan Hillary Clinton.

Sementara, dua pejabat AS mengatakan pernyataan tentang Trump sangat tidak berdasar mengenai badan intelijen AS.